Festival Ikan Asap di Kota Probolinggo Pecahkan Rekor Muri




Probolinggo, Tribunus.co.id
Festival ikan asap di Kota Probolinggo Jawa Timur, berhasil memecahkan rekor muri. Festival yang merupakan rangkaian dari kegiatan Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) 2019 ini di ikuti oleh ratusan peserta dari UKM binaan masing-masing Organksasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Probolinggo, serta para nelayan.

Dalam kegiatan Festival ikan asap ini sebanyak 10.240 ekor ikan laut berbagai jenis diasap di sepanjang jalan Panglima Sudirman, mulai depan Kantor Walikota Probolinggo hingga pertigaan tugu jam di depan rumah makan sumber hidup jalan Dr. Saleh, Sabtu (31/8/2019).

Walikota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin mengatakan, dengan adanya kegiatan ini menunjukkan, bahwa ikan asap di Kota Probolinggo sangat luar biasa. Harus kita sampaikan kepada masyarakat bahwa Kota Probolinggo punya potensi yang luar biasa. Dan adanya even ini, kita lihat bervariasi dan sangat luar biasa, banyak jenis-jenis makanan ikan. Sehingga even ini harus terus kita tingkatkan untuk memajukan UMKM yang sudah menjadi binaan dari OPD terkait, tuturnya.

Karena, lanjut Walikota, tanpa ada kegiatan seperti ini hasil yang kita bina selama ini bersama OPD tidak mungkin kita bisa mengangkat ekonominya. Even ini di ikuti oleh ratusan peserta dari UMKM serta para nelayan. Jumlah ikan yang di asap sebanyak 10.240 ekor ikan laut.

"Alhamdulillah antusias dari seluruh UKM yang ada ini sangat luar biasa. Dan kita melihat apa yang sudah diambil langkah-langkah Pemerintah untuk kedepannya menjadi harapan masyarakat untuk terus kita dorong. Kita suport UMKM agar bisa berkembang di Kota Probolinggo, khususnya masalah olahan ikan," ujar Walikota.

Melihat antusias masyarakat yang luar biasa, lanjut Walikota, kita sebagai Pemerintah harus terus melakukan terobosan, inovasi untuk memajukan dan memotivasi pelaku-pelaku UKM  untuk terus bisa berkreasi.

"Dengan kegiatan ini alhamdulillah kita mendapatkan rekor muri. Kita tunjukkan bahwa Kota Probolinggo tidak hanya punya pelabuhan ikan saja. Namun kita juga bisa menunujukkan hasil olahan ikan," ujarnya

Habib Hadi, panggilan akrab Walikota Probolinggo ini menjelaskan, potensi hasil ikan di Kota Probolinggo sangat besar. Hanya kurang bagaimana cara memasarkannya. Kita sebagai Pemerintah akan mendorong melalui pembinaan, melalui UKM-UKM ini untuk supaya bisa bersaing, bisa kreasi untuk melakukan inovasi pemasaran ikan asap yang ada di Kota Probolinggo.

"Berharap, dengan adanya kegiatan seperti ini, ada macam-macam menu olahan ikan, mereka akan termotivasi sehingga asupan gizi untuk anak-anak bisa terpenuhi," katanya.

Sementara, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Probolinggo, Sudiman mengatakan, berdasarkan data yang ada, tahun 2018 produksi perikanan Kota Probolinggo secara total sekitar 16.393 ton. Utuk tahun ini alhamdulillah ada kenaikan, walaupun tidak sampai 1,5%, terangnya.

Sudiman juga katakan, di Kota Probolinggo ada kgiatan target konsumsi makan ikan. Target Nasional konsumsi makan ikan sebesar 45 kg/Kapita/tahun. Sementara di Kota Probilinggo baru memenuhi sebesar 36,4 kg. Namun dibanding Provinsi Jatim masih dibawah Kota Probolinggo. Provinsi Jatim masih 34 kg, jelasnya.

Menurut Sudiman, untuk mendorong agar konsumsi makan ikan ini bisa mencapai target Nasional, salah satunya dengan kegiatan gemar makan ikan. "Seperti kegiatan yang kita lakukan hari ini, yaitu kegiatan festival ikan asap dan crispy yang dibantu oleh teman- teman dari Sasa," pungkasnya. (Singgih).

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.