“Upacara Metimpungan” Upacara Unik Masyarakat Bali





Salah satu upacara unik dari desa Tenganan Pegringsingan yang dilaksanakan tidak menentu 3-7 tahun sekali. Dimana remaja putri (Daha) duduk berderet di Balai Buga lalu dilempari dan disiram dengan lumpur yang sudah dicampur dengan nangka busuk dan kotoran kerbau.

Mesabatan endut memiliki makna mendalam dimana Daha hendaknya memilki ketetapan hati yang teguh dalam menjalani kehidupan kelak nanti, apapun bentuk cobaan dan halangan yang dihadapi, janganlah bertindak ceroboh dan emosi, selalu syukuri yang terjadi karena segala sesuatunya memiliki makna yang berarti dalam kehidupan. Dapat dibayangkan bahwasanya endut yang dilempar adalah lumpur yang dicampur dengan nangka yang busuk disertai dengan kotoran kerbau, sudah dapat dipastikan jika orang yang dilempar akan marah, namun dalam prosesi ini para Daha tidak  boleh marah.

Tetuek dari proses ini sujatinya adalah Daha diajarkan bahwa segala sesuatu cobaan yang dihadapi mestilah tidak ditanggapi dengan emosi, karena kelak Daha akan menjalani kehidupan berkeluarga, dimana dikehidupan tersebut banyak masalah yang akan muncul, dan seperti apapun masalahnya hadapilah masalah tersebut jangan pernah menghindar dan tanggapi dengan kepala dingin. Jangan sekali-kali menjadi pribadi yang manja dan tetaplah teguh dengan hati sebagai seorang wanita yang kuat, serta menumbuhkan/menguatkan karakter moral dan etika.

Upacara tersebut berlangsung pada tanggal 13, 16 & 19 September 2019. Pukul 13.00



Artikel : http://www.tatkala.co/2019/09/14/masabatan-endut-keteguhan-hati-daha-tenganan-pegringsingan/


.

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.