Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik Grand Inna Malioboro Hotel, Yogyakarta.




Jogja, Tribunus.co.id -
Memperingati 1 Dasawarsa Hari Batik Nasional ,Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB)Yogyakarta, menggelar Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik (SINKBK), thema "Inovasi Teknologi Kerajinan Batik Menuju  Revolusi Industri 4.0". Selasa, 8/10/2019, Grand Inna Malioboro Hotel, Yogyakarta.

Sepuluh tahun lalu (2 /10/2009) UNESCO, menetapkan Batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk  Budaya Lisan dan Tak - Benda (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) dan sampai sekarang Batik dikenal secara International sebagai produk budaya khas Indonesia.

Tujuan di adakannya seminar  nasional ini adalah untuk menyatukan berbagai gagasan dan pemikiran dari kalangan industri, pemerintahan, perguruan tinggi ataupun profesional dalam bidang kerajinan dan batik khususnya dalam menyongsong Revolusi Industri 4.0.

Dengan menghadirkan nara sumber: Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, yang diwakili  oleh Kepala Puslitbang Industri Kimia, Farmasi, Tekstil, Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika, (Ir.Sony Sulaksono,M.Bs).,Dewan Pakar Yayasan Batik Indonesia ( Prof.Dr.Ir.Rahardi Ramelan).,Direktur Edukasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) ( Dra.Poppy Savitri)., dihadiri oleh berbagai kalangan dan profesi, Dosen, Mahasiswa, Praktisi Industri, lembaga Pemerintah, dan tamu undangan lainnya.

Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik, (BBKB) Ir. Titik Purwati Widowati, MP, mengatakan bahwa Era Revolusi Industri 4.0, tidak hanya membawa perubahan bagi sektor industri, akan tetapi juga dalam kehidupan pada umumnya

Dalam masyarakat telah hadir segmen dengan karakteristik unik yang dikenal sebagai generasi milenial, generasi ini telah mengaplikasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan adanya  bonus demografi, generasi milenial akan mendominasi persentase  masyarakat kedepan.

Untuk mempertahankan industri kerajinan dan batik pada masa yang akan datang, generasi milenial perlu dirangkul sebagai konsumen potensial produk kerajinan dan batik.

Lanjut, Kepala BBKB Yogyakarta, bahwa Kementerian Perindustrian ,tahun 2018 telah menyusun inisiatif "making Indonesia 4.0",sebagai sebuah roadmap yang terintegrasi untuk mengimplementasikan sejumlah strategi dalam memasuki Era Industri 4.0.

Inisiatif making Indonesia ini, memberikan potensi besar untuk melipatgandakan produktifitas tenaga kerja, sehingga dapat meningkatkan daya saing global dan mengangkat pangsa pasar ekspor global,ujarnya.

Sementara itu, Ir.Sony Sulaksono, seusai pembukaan seminar, kepada wartawan mengatakan, kegiatan ini adalah sebuah misi inovasi untuk menjaga tradisi,karena kemanuan zaman tidak bisa kita lawan. Indonesia punya keunggulan dengan  sejarah yang panjang kita tetap menjaga tradisi batik, bahkan UNESCO memberikan Reward bahwa batik sebagai warisan dan budaya dunia.

Jadi jangan sampai dengan kemajuam zaman dan teknologi , tradisi ini menjadi hilang, jadi visi inovasi menjaga tradisi dari kemajuan zaman perlu terus kita jaga, agar budaya batik tidak kehilangan nilainya, pungkasnya.(Ome)

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.