Warga Kab, Banyuasin Banyak Yang Tidak Tahu Program BPNT Dari Kemensos

Poto Tirmidzi, dan M. Cik keduanya warga desa Tebing Abang Kec, Rantau Bayur Banyuasin,( 22/10/2019).


BANYUASIN,TRIBUNUS.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Banyuasin terkait pelaksanaan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diselenggarakan Kementerian Sosial (Kemensos) masyarakat di Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, tidak sedikit warga yang sama sekali tidak mengetahui dan mengerti atas program BPNT tersebut.

Akibat kurangnya bahkan tidak adanya sosialisasi pemerintah daerah terhadap Program BPNT seperti yang kita ketahui adanya program ini sebagai ganti beras raskin yang selama ini sudah berjalan beberapa bulan yang lalu. Rencananya pihak Bank BRI akan memberi kartu voucher belanja beras dan telur, melalui pihak Kecamatan untuk masyarakat yang sudah terdata namanya oleh Kemensos sayang nya data Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Di Kabupaten Banyuasin Program BPNT ini tidak tepat sasaran bahkan ngawur harusnya didata ulang secara berkeadilan bukan karena adanya hubungan keluarga yang mendata saja yang KPM akan tetapi sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang ada.

Termizi, (43) warga desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur ia mengaku apa itu program BPNT ini bagai mana mau tau jangankan mau di undang mendengarkan penyuluhan mendengarnya BPNT ini saja sering mendengar hanya dari televisi sekilas, Selasa, (22/10/2019).

Sambung Tarmizi, bukan hanya program ini saja seingat, saya. Belum perna kita warga di undang untuk bermusyawarah mencapai mufakat baik di pemerintah Desa maupun di Kecamatan, dari berbagai bentuk apapun entah itu program kegiatan maupun yang lainya' jadi kita warga ini tidak tau apa2 jelasnya.

Yang diundang pun orang-orang itu saja yang kami semua warga tau background nya 'penjahat rakyat'.

Seperti yang kita ketahui Program BPNT saat ini harus nya sudah melakukan rapat koordinasi dengan pihak BRI dan Pemerintah Desa, untuk mekanisme menyampaikan pemakaian kartu ATM, beserta buku rekening dan formulir data dari Kemensos Republik Indonesia.

Mengenai tata cara pelaksanaannya saja, untuk menyampaikan ke masyarakat mengenai penebusan beras dan telur, untuk masyarakat yang sudah tercantum datanya.

Dengan cara Isi voucher kartu ATM BPNT berjumlah Rp... KPM, yang akan dikasih ke masyarakat kurang mampu dengan cara per kepala keluarga(Per-KK).

“Nanti bantuan ini akan diturunkan satu bulan sekali, dan bagi masyarakat yang sudah mendapat kartu ATM, bisa menebus beras dan telur di agen yang telah ditentukan oleh pihak Bank BRI dan Kemensos.

Di sini Bank BRI membagi zona yang ditunjuk sebagai agen Brilink zona ini sesuai dengan keperluan dan kultur letak geografis warga.

Ditambahkan lagi oleh, M. Cik ia berharap, pendataan harus secara selektif adil dan menyeluruh ini harus dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Banyuasin herannya yang saat ini di lapangan data KPM tidak sesuai dengan data yang di lapangan, kepatutan jenjang perekonomian warga.

“Kami menganggap Dinas Sosial Kabupaten Banyuasin tidak bekerja dengan maksimal buktinya data yang dikeluarkan masih data lama pada tahun 2000 dan di data itu sudah ada yang meninggal dunia pindah dll, sedangkan sekarang sudah di tahun 2019.

Coba bayangkan data yang ada sekarang ini selisih waktunya 19 tahun saya yakin adanya faktor kesengajaan yang dilakukan oleh pihak Pemkab Banyuasin dari desa, kecamatan sampai ke kabupaten jelasnya.

Sesuai dengan Penerapan Program BPNT di rencanakan melalui E-Warong tentu kesiapan secara SDM dan SDD harus dipersiapkan jangan sampai ada lagi terkendala oleh perangkat Elektronik pemberian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) melalui Elektronik Warung Gotong Royong (e-warong).

Untuk saat ini masih terkendala perangkat elektronik. Karena masih banyak di daerah e-warong yang belum memiliki perangkat elektronik yang digunakan untuk bertransaksi menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau non tunai.

Di tempat terpisah, Kadinsos Banyuasin Alamsyah saat dikonfirmasi menyebutkan bahwa data tersebut dikeluarkan oleh Kemensos berdasarkan data terpadu kesejahteraan sosial.”Yang mendapat BNPT hanya 25 % dari data terbawah,” singkatnya.

Pewarta : rn

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.