Ditipu Guru Gadungan, Pedagang Kehilangan 15 Ribu Telur Ayam



Badung, Bali, www.tribunus.co.id - Mengaku seorang Guru, Wayan Ngawit (23) berhasil memperdaya Wayan Robin Pujana (28) dan membawa kabur 500  krat berisi 15.000 butir telur ayam. Guru gadungan itu akhirnya diringkus di rumahnya di Desa Binyan, Kintamani, Bangli, Jumat (22/11) sore lalu.

Kasus penipuan ini berlangsung Senin (4/11) sekitar pukul 15.30 Wita, setelah korban menerima telpon dari rekan bisnisnya, Ni Luh Angga Arianti. Saksi Angga mengatakan ada pesanan telur dari orang yang mengaku seorang Guru bernama I Gusti Susila.

Percaya dengan saksi, korban I Wayan Robin, asal Susut, Bangli, kemudian menghubungi nomor pelakunya. "Jadi, tersangka Wayan Ngawit mengaku berasal dari Petang dan seorang guru di SMPN 1 Petang. Semua identitas pelaku tidak benar," ungkap Kapolsek Petang AKP I Dewa Made Suryatmaja, Minggu (24/11).

Dalam sebuah pembicaraan, tersangka memesan 500 krat berisi 15 ribu telur ayam. Setelah harga disepakati, tersangka menyuruh korban mengirim telur ke Petang. Tapa curiga, korban membawa telur-telur itu ke Petang dan menunggu tersangka di Jembatan Tukad Bangkung.

Namun sekitar satu jam menungu di lokasi, tersangka tak kunjung datang. Lalu setelah dihubungi, tersangka menyuruh korban menaruh telur itu di warung dekat SPBU Nungnung, di selatan Jembatan Tukad Bangkung. "Tersangka beralasan dengan rapat dan tidak bisa bertemu dengan korban," ungkap AKP Suryatmaja.

Tiba di warung, korban mendapati seorang pria mengaku rekan I Gusti Ngurah Susila yang sedang ngopi. Tanpa curiga, korban menurunkan telur di warung tersebut. Korban kemudian dihubungi agar datang ke depan SMPN 1 Petang, untuk melakukan pembayaran. "Ternyata pria di warung itu adalah pelakunya, korban tidak tahu karena tidak kenal wajahnya," terangnya.

Mirisnya, setibanya di depan SMPN 1 Petang, korban tidak melihat tersangka. Setelah ditunggu hampir dua jam, tersangka tak kunjung muncul. Korban mulai curiga, lalu dia kembali ke warung dan ternyata telurnya sudah tidak ada. "Korban menghubungi tersangka. Saat itu tersangka mengatakan akan mentransfer uang pembayaran telur. Tapi sampai detik ini tidak ada masuk ke rekening korban dan kemudian dilaporkan ke Polisi," ucap AKP Suryatmaja.

Setelah melakukan penyelidikan, Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Petang akhirnya berhasil meringkus tersangka dirumahnya di Desa Binyan, Kintamani, Bangli, Jumat (22/11) sekitar pukul 16.00 Wita. Dari keterangannya, tersangka mengaku ribuan telor sudah dijual dan uangnya dipakai untuk main judi dan foya-foya. "Ribuan telur sudah di jual dan uangnya dipakai main judi serta foya-foya," pungkas Kapolsek.R-005.  (Dw)

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.