-->

Danrem Bhaskara Jaya Minta Keluarga Besar TNI, Berkontribusi untuk Masyarakat


Surabaya,- Danrem 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Herman Hidayat Eko Atmojo mengatakan jika keberadaan Keluarga Besar TNI (KBT) yang tergabung di dalam beberapa organisasi kemasyarakat, harus bisa memberikan kontribusi nyata untuk masyarakat.


Hal itu, dikatakan Brigjen Herman ketika menerima audiensi yang dilakukan oleh FKPPI di Ruang Merah Makorem. Rabu, 16 September 2020. “Sehingga, bisa membangun masyarakat untuk menjadi lebihbaik,” ujar Danrem.


Di tengah pandemi saat ini, ujar Brigjen Herman, keberadaan KBT dinilai memiliki peranan penting dalam mengatasi, sekaligus menanggulangi berbagai permasalahan di masyarakat.


“KBT harus bisa menjadi pelopor penegak protokol kesehatan di masyarakat,” pintanya.


Sementara itu, menanggapi hal tersebut Ketua Cabang FKPPI Surabaya menambahkan jika pihaknya bakal bersinergi dengan semua pihak, terlebih untuk mengatasi wabah Covid-19.


Bahkan, Anis Busroni menegaskan jika pihaknya bakal menerima berbagai saran dari semua pihak dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 di Jawa Timur, khususnya di Surabaya.


“Kita semua, sebelumnya telah bersepakat. Apapun itu, kita semua akan bersinergi dalam memutus rantai penyebaran wabah ini,” ujarnya.


Selain audiensi, sebelumnya, beberapa organisasi masyarakat yang tergabung di dalam wadah KBT itu, juga mendapat pembekalan mengenai wawasan kebangsaan hingga bela negara.


Pembekalan itu, diberikan langsung oleh Kepala Staf Korem 084/Bhaskara Jaya, Kolonel Inf Handoko Nurseta di Aula Makorem.


Dalam pembekalan itu, Kasrem menegaskan jika persatuan dan kesatuan, sangat penting untuk terus di pupuk dan dibina, terlebih menumbuhkan kesadaran bela negara bagi KBT.


“Terutama, dengan mengedepankan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi, ataupun golongan. Pembekalan ini, merupakan salah satu metode pembinaan teritorial yang bisa menjadi suatu wahana untuk menyatukan persepsi adlam mendukung tercapainya tugas pokok Satuan,” beber Kolonel Handoko.

0 Komentar

Lebih baru Lebih lama