Jayapura – Stabilitas keamanan di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menjadi perhatian serius para tokoh masyarakat pasca-insiden kekerasan yang terjadi di kawasan objek vital nasional.
Seruan untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif disampaikan Tokoh Masyarakat Kampung Kimbeli, Derek Alom, sebagai respons atas peristiwa penembakan terhadap anggota Koramil Tembagapura dan perampasan dua pucuk senjata api di area MP 50 beberapa waktu lalu.
Derek mengungkapkan keprihatinannya karena kejadian tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan warga sipil serta mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat setempat.
Ia menekankan bahwa keamanan di Distrik Tembagapura sangat krusial mengingat wilayah tersebut menjadi pusat mata pencaharian ribuan pendulang tradisional di Kali Kabur.
Menurutnya, seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh gereja, hingga para kepala suku, perlu bergerak bersama memberikan pemahaman kepada warga agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan.
“Kita semua prihatin dengan kejadian di MP 50 yang menyebabkan korban jiwa sehingga tokoh masyarakat harus bergerak bersama menciptakan situasi aman,” ujar Derek.
Ia juga menyoroti adanya laporan mengenai pergerakan kelompok kriminal bersenjata dari wilayah Ilaga dan Ugimba yang terdeteksi berada di jalur antara Kampung Waa Banti hingga kawasan Camp David. Kehadiran kelompok bersenjata tersebut dinilai menimbulkan rasa takut bagi masyarakat yang beraktivitas di hutan maupun di sepanjang aliran sungai.
Derek menegaskan bahwa Tembagapura harus tetap steril dari segala bentuk gangguan keamanan yang dapat menghambat masyarakat dalam mencari nafkah. Ia mengingatkan kembali peristiwa konflik bersenjata pada tahun 2017 yang memaksa warga mengungsi secara besar-besaran ke Kota Timika, yang saat itu menimbulkan penderitaan, kelaparan, hingga korban jiwa akibat kondisi pengungsian yang tidak memadai.
“Tembagapura ini tempat cari makan sehingga tidak boleh ada kekacauan di sini agar peristiwa susah tahun 2017 tidak terulang lagi,” tegasnya.
Seruan tersebut diharapkan dapat memperkuat persatuan warga serta mendorong terciptanya situasi keamanan yang kondusif demi kelangsungan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah Tembagapura.

Admin 081357848782 (0)