Jayapura – Polda Papua menggelar rapat mitigasi penanganan konflik horizontal antara suku Pirime (Lanny) dan suku Kurima (Woma) yang terjadi di Distrik Woma, Kabupaten Jayawijaya, Kamis (14/05/2026), bertempat di Ruang Kerja Kapolda Papua, Mapolda Papua Koya Koso.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., dan dihadiri Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP., M.KP., serta sejumlah Pejabat Utama Polda Papua dan jajaran terkait.
Dalam rapat tersebut dibahas secara menyeluruh terkait akar permasalahan konflik, kondisi keamanan terkini, dampak sosial yang ditimbulkan, hingga langkah-langkah mitigasi untuk mencegah eskalasi konflik lebih luas di wilayah Jayawijaya dan sekitarnya.
Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., menegaskan bahwa penanganan konflik harus dilakukan secara komprehensif melalui pendekatan keamanan, adat, sosial, dan keagamaan guna menjaga stabilitas kamtibmas serta mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut.
“Polda Papua bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus berupaya melakukan langkah-langkah mitigasi agar situasi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Pendekatan dialog, adat, dan pelibatan tokoh agama menjadi prioritas dalam penyelesaian persoalan ini,” ujar Kapolda Papua.
Dalam rapat dijelaskan bahwa konflik berawal dari pertikaian lama yang kembali memanas akibat persoalan denda adat pasca peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menewaskan anggota DPR dari Lanny Jaya pada tahun 2024. Situasi semakin kompleks setelah mediasi terkait pembayaran denda adat mengalami kebuntuan hingga berujung pada aksi saling serang.
Tragedi bertambah setelah jembatan gantung di Kali UE roboh saat dilintasi massa, yang menyebabkan puluhan warga hanyut dan hilang. Hingga saat ini proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh aparat gabungan bersama masyarakat.
Dir Pamobvit Polda Papua selaku Plh. Karo Ops Polda Papua Kombes Pol. Dede Alamsyah, S.I.K., menyampaikan bahwa fokus utama aparat saat ini adalah memastikan proses pencarian korban berjalan aman sekaligus mencegah terjadinya bentrokan susulan di tengah konsentrasi massa yang cukup besar di wilayah Woma dan Kota Wamena.
“Langkah pengamanan terus diperkuat dengan menempatkan personel di titik-titik rawan serta melakukan koordinasi intensif bersama tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP., M.KP., menyampaikan kekhawatirannya terhadap potensi konflik susulan pasca proses pencarian korban selesai, mengingat saat ini massa dari kedua kelompok masih berkumpul di sejumlah titik di wilayah kota.
Ia berharap adanya dukungan pengamanan tambahan serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Dalam rapat tersebut juga disepakati sejumlah langkah strategis, di antaranya penambahan personel pengamanan, pelibatan tokoh gereja dan tokoh adat dalam proses mediasi, dukungan pemerintah daerah terkait penyelesaian denda adat, serta penguatan koordinasi lintas kabupaten untuk mencegah meluasnya mobilisasi massa.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P. menambahkan bahwa situasi keamanan di wilayah Jayawijaya hingga saat ini masih terus dipantau secara intensif oleh aparat kepolisian bersama unsur terkait.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun informasi yang belum tentu benar. Percayakan penanganan situasi kepada aparat dan pemerintah daerah agar proses penyelesaian dapat berjalan secara damai dan bermartabat,” ujarnya.
Polda Papua menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas keamanan serta mendukung penuh upaya penyelesaian konflik melalui pendekatan humanis, dialogis, dan berbasis kearifan lokal.

Admin 081357848782 (0)