-->

Polda Papua Perluas Penyisiran dan Perkuat Identifikasi Forensik dalam Penanganan Peristiwa Ledakan di Biak Numfor

 


Jayapura – Tim gabungan terus melaksanakan upaya pencarian korban, sterilisasi lokasi, serta penyelidikan pasca peristiwa ledakan yang diduga berasal dari bom atau mortir peninggalan Perang Dunia II yang terjadi di Kabupaten Biak Numfor pada Minggu, 31 Mei 2026.


Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., menyampaikan bahwa hingga Rabu, 3 Juni 2026, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak enam orang, sementara tiga korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.


“Dalam rangka mempercepat proses pencarian, hari ini tim gabungan memperluas area penyisiran dari radius 500 meter menjadi 1 kilometer dari titik kejadian perkara. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan serta mengantisipasi adanya material berbahaya lain di sekitar lokasi,” ujar Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.


Dari hasil penyisiran yang dilakukan hari ini, tim gabungan menemukan beberapa bagian atau serpihan tubuh manusia yang selanjutnya telah dievakuasi dan dibawa ke kamar jenazah RSUD Biak guna dilakukan proses identifikasi lebih lanjut.


Selain kegiatan pencarian korban, Tim Penjinak Bom (Jibom) Sat Brimob Polda Papua juga masih melaksanakan sterilisasi di lokasi kejadian guna memastikan area tersebut aman dari kemungkinan adanya sisa bahan peledak atau benda berbahaya lainnya.


“Tim Jibom terus melakukan sterilisasi secara menyeluruh di sekitar lokasi ledakan. Kegiatan ini sangat penting untuk menjamin keselamatan masyarakat dan petugas yang masih bekerja di lapangan,” jelasnya.


Selain itu, sejumlah sampel yang diperoleh dari lokasi kejadian saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan dan pengujian secara ilmiah oleh Tim Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Papua yang dipimpin oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua, Kombes Pol. Parasian Herman Gultom, S.I.K., M.Hum. 


Pemeriksaan laboratorium tersebut dilakukan guna mendukung scientific identification dan memperkuat pembuktian dalam proses penyelidikan.


“Berbagai barang bukti, benda, dan sampel yang telah ditemukan di lokasi saat ini sedang dianalisis secara ilmiah. Kami berharap seluruh hasil pemeriksaan tersebut dapat membantu membuka tabir dan mengungkap secara jelas apa yang sebenarnya terjadi dalam peristiwa ledakan ini,” ungkap Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.


Polda Papua mengimbau masyarakat agar tidak mendekati maupun memindahkan benda-benda yang diduga merupakan sisa amunisi atau material berbahaya peninggalan perang apabila ditemukan di lingkungan sekitar. Masyarakat diminta segera melaporkan kepada aparat keamanan terdekat agar dapat ditangani sesuai prosedur.


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga berbahaya. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam seluruh rangkaian penanganan yang sedang berlangsung,” tutup Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.

0 Komentar

Lebih baru Lebih lama