-->

1.121,66 Hektare Terdampak Karhutla TNBTS Ditangani, Operasi Resmi Berakhir

 


PROBOLINGGO – Setelah 14 hari penanganan intensif, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dinyatakan aman, lancar dan terkendali. Operasi yang berlangsung sejak 3 hingga 17 Agustus 2026 tersebut menangani kawasan terdampak seluas 1.121,66 hektare, dengan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tanpa kendala situasi menonjol.


Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, S.Sos., M.M.S., M.Han., selaku Dansektor Penanganan Karhutla Wilayah Korem 083/Bdj, mengatakan keberhasilan penanganan tidak lepas dari solidnya sinergi lintas sektoral. TNI-Polri, BPBD Provinsi dan empat wilayah kabupaten, TNBTS, BMKG, instansi terkait, relawan, masyarakat hingga media bersama-sama memadukan personel, peralatan, kemampuan dan informasi untuk mengendalikan Karhutla.


Operasi di lapangan bukan tanpa tantangan. Tim gabungan harus menghadapi medan ekstrem berupa kawasan berketinggian, tebing terjal dan vegetasi semak serta ilalang kering yang membuat api mudah merambat. Kabut tebal juga sempat menjadi kendala dalam pelaksanaan water bombing. Namun, melalui kolaborasi dan pembagian tugas yang efektif, berbagai keterbatasan tersebut dapat diatasi hingga operasi berjalan sesuai sasaran.


Meski operasi telah dinyatakan terkendali, Dansektor menegaskan kewaspadaan tidak boleh berhenti. Hasil evaluasi menghasilkan tiga langkah strategis untuk mencegah kejadian serupa, yakni memperkuat sistem deteksi dini, meningkatkan integrasi lintas sektoral, serta menggencarkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Ketiga langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan TNBTS secara berkelanjutan.


“TNBTS bukan hanya milik masyarakat sekitar, tetapi aset nasional dan destinasi pariwisata dunia yang menjadi wajah Indonesia. Mari kita jaga bersama, bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk generasi mendatang dan Indonesia yang kita cintai,” tegas Kolonel Wahyu. Dengan berakhirnya operasi, Satgas tidak lantas menurunkan kewaspadaan. Komitmen menjaga Bromo, melindungi masyarakat dan mempertahankan kelestarian TNBTS harus terus dilakukan secara bersama-sama. :::

0 Komentar

Lebih baru Lebih lama