-->

6 Hari Terombang-Ambing di Laut, 5 Korban Speedboat Hilang di Perairan Waropen Ditemukan Selamat

 



Jayapura – Setelah enam hari terombang-ambing di laut, lima korban speedboat rute Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, menuju Waropen yang sempat dilaporkan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat, Sabtu (29/08/2026) pagi.


Kelima korban ditemukan oleh kapal penumpang KM Masirei yang sedang berlayar dari Biak menuju Nabire. Penemuan tersebut menjadi titik terang setelah Tim SAR gabungan melakukan pencarian secara intensif sejak korban dilaporkan hilang pada Minggu (23/08/2026).


Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., membenarkan bahwa kelima korban ditemukan sekitar pukul 06.55 WIT di perairan Nabire, Provinsi Papua Tengah.


“Perahu speedboat beserta seluruh korban ditemukan kurang lebih 17 mil laut dari Pulau Moor, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, tepatnya di koordinat 02° 43' 40.4" S dan 135° 28' 22.3" E. Saat ini seluruh korban dan perahu telah dievakuasi ke Nabire,” ujar Kombes Cahyo, Sabtu (29/08).


Kelima korban tersebut terdiri dari dua warga sipil dan tiga personel Polri, yakni Amsal Yowei selaku motoris, Malfib Yowei selaku penumpang, serta tiga personel Polri masing-masing Bripda Lamek Abon (BA Samapta), Bripda Farel Raunsai (BA Satlantas), dan Bripda Melfin Maniani (BA Dokkes).


Kombes Cahyo menjelaskan, peristiwa bermula ketika speedboat yang membawa kelima korban bertolak dari Serui menuju Waropen pada Minggu (23/08/2026) sekitar pukul 05.00 WIT. Dalam perjalanan, speedboat tersebut menghadapi kondisi cuaca buruk di tengah perairan.


“Keterangan sementara menyebutkan perahu mengalami kendala akibat cuaca buruk. Saat berangkat, kondisi perairan diselimuti kabut tebal dan dihantam gelombang tinggi,” jelasnya.


Sejak menerima laporan kehilangan, Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian dengan mengerahkan kekuatan penuh, di antaranya Basarnas Biak, Yapen dan Nabire, TNI AL Biak, Koramil Waropen, Kodim 1709/Yawa, serta personel Satpolairud dari Polres Waropen, Polres Kepulauan Yapen dan Polres Nabire.


Pencarian dilakukan secara bertahap dengan menyisir wilayah perairan Waropen, Kepulauan Yapen hingga kawasan Teluk Cenderawasih. Pemantauan melalui udara juga dilakukan dengan melibatkan armada Skuadron Udara Lanud Biak di wilayah perairan Saireri.


Selain itu, Stasiun Radio Pantai (SROP) terus menyebarluaskan informasi marabahaya atau distress alert kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar titik terakhir keberadaan korban atau Last Known Position (LKP).


Titik terang pencarian akhirnya membuahkan hasil pada Sabtu pagi. Awak KM Masirei yang dipimpin Kapten Taufik Efendi melihat sebuah speedboat dalam kondisi terombang-ambing di tengah laut. Setelah memastikan keberadaan korban, proses evakuasi segera dilakukan.


“Sekitar pukul 07.00 WIT, seluruh korban berhasil dievakuasi ke atas KM Masirei. Tim medis yang berada di kapal kemudian memberikan penanganan awal dan memastikan seluruh korban dalam kondisi selamat dan sehat,” ungkap Cahyo.


Setibanya di Kabupaten Nabire, seluruh korban kembali mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis dari Tim Kesehatan SAR Nabire bersama Bidokkes Polda Papua Tengah untuk memastikan kondisi kesehatan mereka setelah bertahan selama beberapa hari di laut.


Pihak kepolisian bersama Tim SAR masih melakukan pendalaman terhadap kronologi perjalanan para korban selama enam hari sebelum ditemukan. Pendalaman tersebut dilakukan untuk mengetahui secara pasti kondisi speedboat selama berada di laut, termasuk kemungkinan perahu sempat berlindung atau terdampar di wilayah tertentu sebelum kembali ditemukan di perairan Nabire.


Sementara itu, Kapolres Waropen telah bertolak menuju Kabupaten Nabire untuk memastikan proses penanganan dan penyerahan kelima korban berjalan dengan baik.


Kombes Pol. Cahyo juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui jalur laut agar selalu mengutamakan keselamatan, memperhatikan kondisi cuaca, serta memastikan kelayakan perahu dan perlengkapan keselamatan sebelum berangkat.


“Kami mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan. Pastikan perahu dalam kondisi layak dan lengkapi dengan alat keselamatan serta sarana komunikasi. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” pungkas Cahyo.



0 Komentar

Lebih baru Lebih lama