Jayapura –Ditlantas Polda Papua terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas. Salah satunya melalui dialog interaktif program “Polisi Menyapa” di Stasiun LPP RRI Jayapura, Kamis (10/09/2026).
Dialog tersebut mengangkat tema “Edukasi Kreatif untuk Keselamatan Berlalu Lintas: Aman di Jalan, Nyaman Bersama”, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 yang diperingati pada 22 September 2026.
Hadir sebagai narasumber, Ps. Kasubdit Kamseltibcar Lantas Ditlantas Polda Papua AKP Novilus Yoku dan Kasubbag Pelayanan Santunan Jasa Raharja Wilayah Papua Abednego Kudiai.
Dalam dialog tersebut, AKP Novilus Yoku menjelaskan bahwa Ditlantas Polda Papua terus mengedepankan langkah preventif melalui edukasi dan imbauan keselamatan kepada masyarakat. Upaya tersebut dilakukan untuk menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban kecelakaan lalu lintas.
Ia menyampaikan, keselamatan berlalu lintas tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh pengguna jalan.
“Keselamatan itu merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami sebagai aparat juga merupakan bagian dari pengguna jalan. Karena itu, mari sama-sama menaati aturan yang telah ditetapkan pemerintah agar kita dapat menggunakan jalan dengan aman dan tertib,” ujar AKP Novilus Yoku.
Dalam kesempatan tersebut, AKP Novilus Yoku juga mengungkapkan bahwa hingga Juni 2026 tercatat sekitar 1.000 kasus kecelakaan lalu lintas di Papua, dengan korban meninggal dunia sebanyak 56 orang dan kerugian material mencapai sekitar Rp2 miliar.
Menurutnya, salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap kecelakaan adalah mengemudikan kendaraan di bawah pengaruh minuman keras, disusul faktor mengantuk dan kelelahan.
Karena itu, masyarakat diingatkan untuk tidak mengemudi dalam kondisi dipengaruhi alkohol, mengantuk maupun kelelahan. Pengendara juga diminta menggunakan helm dan sabuk keselamatan serta mematuhi ketentuan lalu lintas.
Selain edukasi, Ditlantas Polda Papua tetap melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas. Penindakan dilakukan secara berkala maupun dalam kegiatan operasi dengan tetap mengedepankan keseimbangan antara penegakan hukum dan upaya membangun kesadaran masyarakat.
Sementara itu, Abednego Kudiai menyampaikan bahwa Jasa Raharja terus mendukung upaya kepolisian dalam meningkatkan keselamatan masyarakat di jalan. Dukungan tersebut dilakukan melalui kampanye keselamatan, sosialisasi di sekolah, gereja dan ruang publik, program Pengajar Peduli Keselamatan, hingga pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi di terminal.
Ia juga mengajak para orang tua untuk mengambil peran dalam mengingatkan anak-anak mengenai keselamatan sebelum bepergian.
“Pesan keselamatan yang disampaikan orang tua mungkin sederhana, seperti ‘Hati-hati, Nak, di jalan’, tetapi maknanya sangat besar. Pesan tersebut mengingatkan anak bahwa ketika berada di jalan, keselamatan harus menjadi perhatian utama,” ungkapnya.
Dalam dialog interaktif tersebut, sejumlah pendengar RRI Jayapura turut menyampaikan masukan mengenai kondisi lalu lintas, termasuk persoalan penggunaan helm, kelengkapan kendaraan, rambu dan marka jalan serta pentingnya penegakan hukum terhadap pelanggaran.
Menanggapi hal tersebut, AKP Novilus Yoku mengatakan bahwa masukan masyarakat menjadi bagian penting dalam evaluasi pelayanan lalu lintas. Ia menegaskan bahwa kepolisian akan terus melakukan edukasi sekaligus penindakan terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Kami terus melakukan edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk kepada para orang tua. Orang tua juga memiliki peran untuk memberikan teguran dan mengingatkan anak-anaknya agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara,” katanya.
Lebih lanjut, Abednego Kudiai mengingatkan masyarakat agar memastikan kendaraan dalam kondisi layak sebelum digunakan. Pengendara yang merasa mengantuk atau kelelahan juga diminta beristirahat terlebih dahulu sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Ia mengajak seluruh masyarakat di Tanah Papua menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dengan mematuhi aturan dan menggunakan jalan secara bijak.
“Mari kita menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Ingat bahwa keluarga kita menunggu di rumah. Jangan sampai terjadi sesuatu di jalan yang menyebabkan keluarga kehilangan orang yang menjadi harapan mereka,” pesannya.
Melalui kegiatan Polisi Menyapa, Polda Papua berharap edukasi keselamatan berlalu lintas dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah, Jasa Raharja dan masyarakat diharapkan mampu membangun budaya tertib berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan di Tanah Papua.
Admin 081357848782 (0)