-->

Upacara 17-an Kodim 0821, Kasdim Tanuri Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana dan Penguatan Pengabdian kepada Rakyat

 


Lumajang — Kodim 0821/Lumajang menggelar Upacara Bendera 17-an di halaman Makodim 0821/Lumajang, Jalan Alun-alun Utara Nomor 09, Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Kamis (17/9/2026). Upacara diikuti prajurit TNI dan ASN Kodim 0821/Lumajang sebagai bagian dari pembinaan disiplin, nasionalisme dan kesiapan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.


Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kasdim 0821/Lumajang Mayor Inf Tanuri membacakan amanat Pangdam V/Brawijaya. Dalam amanat tersebut, Pangdam menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit dan PNS jajaran Kodam V/Brawijaya atas dedikasi, loyalitas dan kerja keras, termasuk dalam mendukung berbagai agenda kenegaraan di wilayah Jawa Timur sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung tertib, aman dan lancar.


Mayor Inf Tanuri menegaskan bahwa Upacara Bendera 17-an tidak boleh dimaknai sekadar sebagai kegiatan rutin dan seremonial. Momentum tersebut menjadi sarana untuk memperkuat semangat nasionalisme, penghormatan terhadap jasa para pahlawan, sekaligus membangun karakter prajurit dan aparatur negara yang menjunjung tinggi disiplin, loyalitas, tanggung jawab serta semangat pengabdian.


“Upacara ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa tugas sebagai prajurit dan ASN bukan hanya menjalankan rutinitas kedinasan, tetapi juga memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, kesiapsiagaan, kedisiplinan dan kemampuan bekerja sama harus terus kita tingkatkan,” ujar Mayor Inf Tanuri saat membacakan amanat tersebut.


Dalam amanat Pangdam, jajaran satuan TNI AD juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan lingkungan strategis serta berbagai potensi bencana. Fenomena El Nino dan musim kemarau berkepanjangan dapat meningkatkan risiko kekeringan, berkurangnya ketersediaan air bersih, terganggunya produksi pertanian hingga munculnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Jawa Timur juga menghadapi potensi bencana lain seperti gempa bumi dan erupsi gunung api.


Karena itu, satuan jajaran Kodam V/Brawijaya, termasuk Kodim 0821/Lumajang, diarahkan untuk memperkuat kemampuan deteksi dini, cegah dini, temu cepat dan lapor cepat, sekaligus meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah, Polri, BPBD dan unsur terkait lainnya. Langkah tersebut penting agar setiap potensi gangguan keamanan maupun bencana dapat ditangani secara cepat, tepat dan terukur sehingga keselamatan masyarakat serta ketahanan wilayah tetap terjaga.


Memasuki akhir Tahun Anggaran 2026, Pangdam juga menekankan pentingnya tertib administrasi, transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program kerja dan anggaran. Selain kesiapan menghadapi Audit Kinerja Itjenad, satuan diminta melakukan verifikasi terhadap penyaluran tunjangan kinerja, memperketat pengawasan penggunaan listrik dan air, menjaga kesehatan serta keselamatan personel, dan memastikan kesiapsiagaan satuan melalui apel pemeriksaan secara rutin.


Pada bidang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, jajaran Kodam V/Brawijaya juga diminta mempercepat pelaksanaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), mengoptimalkan program ketahanan pangan, serta menyelesaikan pembangunan Jembatan Merah Putih. Termasuk pelaksanaan TMMD ke-129 TA 2026 secara terpadu dan lintas sektoral agar tepat waktu, tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


“Seluruh penekanan ini harus kita jadikan pedoman dalam melaksanakan tugas. Prajurit dan ASN Kodim 0821 harus senantiasa siap, disiplin, peduli terhadap kondisi wilayah, serta mampu bersinergi dengan seluruh komponen masyarakat. Orientasinya adalah bagaimana setiap tugas yang kita laksanakan memberikan manfaat nyata dan memperkuat kehadiran TNI di tengah rakyat,” tegas Mayor Inf Tanuri. (Pendim 0821).

0 Komentar

Lebih baru Lebih lama