Loading...

Babinsa Koramil Pasrepan Kodim Pasuruan Bantu Warga Kembangkan Usaha Pembuatan Rambut Palsu

Loading...

TRIBUNUS.CO.ID - PASURUAN  Kerajinan tangan dalam bentuk bahan setengah jadi rambut palsu dikembangkan oleh Babinsa Koramil 0819/17 Pasrepan Kodim 0819 Pasuruan Korem 083/Bdj Kopral Dua Edi Sutrisno di wilayah binaannya yaitu Desa Rejosalam dan Desa Sibon Kecamatan Pasrepan mulai tahun 2015. Sedikit banyak usaha ini sangat dirasakan sekali manfaatnya bagi warga masyarakat kecil terutama bagi ibu-ibu dan remaja putri guna mengisi waktu sekaligus menghasilkan tambahan pemasukan bagi keluarga, seluruh tenaga yang dipekerjakan  + 65 orang yang semuanya adalah perempuan.
Dalam kesehariannya di wilayah binaan yang mayoritas warganya masuk dalam kategori pra sejahtera dan tingkat perekonomian yang masih rendah, Kopda Edi yang memiliki keahlian membuat kerajinan rambut palsu sejak masih duduk dibangku sekolah kemudian berupaya melakukan pendekatan kepada perangkat desa setempat khususnya Ketua RT di Desa untuk memberikan sosialisasi dan mengajak ibu-ibu dan remaja putri untuk ikut serta menjadi tenaga pengerajin rambut palsu tersebut. Pada awalnya kegiatan yang dilaksanakan selama 1 (satu) minggu ini hanya diikuti  oleh 10 orang ibu-ibu dan remaja putri saja namun seiring dengan perjalanan waktu minat para ibu-ibu dan remaja putri di wilayah binaan semakin bertambah karena dirasakan kegiatan kerajinan pembuatan rambut palsu ini sangan bermanfaat sebagai pengisi waktu luang dan sebagai upaya menambah pemasukan bagi keluarganya masing-masing.

Kerajinan yang sangat unik ini memiliki tingkat ketelitian dan kesulitan yang relatif tinggi tergantung pola dan model yang dikerjakan, seperti yang dituturkan Kopda Edi Sutrisno dalam setiap pembelajaran kepada para pengerajin waktunya kurang lebih satu bulan dan akan merasakan bagaimana capek serta sulitnya merangkai helai-helai rambut palsu tersebut, keluhan yang sering kali adalah kepala pusing, leher pegal namun dengan kesabaran dan ketekunan Kopda Edi Sutrisno untuk membimbing dan membina para pengrajin membuat warga antusias untuk menyelesaikan kerajinan tersebut.

Kendala lain yang dihadapi adalah ketersediaan bahan baku yang harus di datangkan dari luar wilayah Pasuruan untuk memenuhi kebutuhan produksinya serta sarana angkut yang selama ini hanya menggunakan sepeda motor yang dimodifikasi menjadi alat angkut sejenis keranjang serta medan wilayah desa binaan yang cukup sulit untuk dilalui roda empat.

Dalam satu minggu seorang pengerajin mampu menghasilkan 30 buah bahan setengah jadi rambut palsu untuk siap untuk dikirimkan ke Pabrik pembuat rambut palsu di wilayah Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur dimana untuk untuk satu buah bahan setengah jadi rambut palsu harga paling murah dibanderol Rp. 2.500,-.

Dari kepedulian dan ketekunan seorang Babinsa inilah pada akhirnya minat warga untuk menekuni kerajinan pembuatan bahan setengah jadi rambut palsu di daerah Pasrepan semakin meningkat guna memperbaiki tingkat perekonomian di wilayah dan bukan tidak mungkin kelak wilayah ini juga bisa berkembang menjadi sentra pembuatan bahan setengah jadi rambut palsu yang dapat memenuhi kebutuhan pasar ekspor ke luar negeri.

Penulis : Anto
Posting Komentar