Semerawut! Kendaraan Besar Melintas Di Jalur Yang Tak Semestinya



TRIBUNUS.CO.ID, PASURUAN – Seringnya kendaraan bertonase besar seperti dump truk dan truk yang mengangkut materialan pasir dan batu belah hingga truk pengangkut Aqua galon dari winongan di kawasan Kota Pasuruan dikeluhkan pengguna jalan lainnya. Pasalnya, kerap menimbulkan penumpukan kendaraan saat terjadi pagi maupun sorenya. Akibatnya, jalur padat di beberapa lokasi, macet.

Banyaknya truk besar tersebut nekat masuk dalam kota lantaran menghindari kemacetan di Jalur Lingkar Selatan (JLS) di saat pagi hari dan sore hari. Demikian ini yang menyebabkan penumpukan kendaraan dan bahkan kemacetan panjang terjadi di sekitaran Kebonagung. Sehingga kondisi macet ini, jadi langganan tiap harinya, bahkan dikeluhkan sejumlah warga. Apalagi di pagi hari, kemacetan jalan seiring dengan aktivitas anak sekolah, pegawai negeri maupun swasta tak terelakkan.

“Truk-truk besar itu seharusnya tidak melintasi jalan ini. Mengingat tonase dan kelas jalan yang tak seharusnya dilewati oleh kendaraan besar ini, miris. Apalagi pengemudinya banyak yang ugal-ugalan dan tak mau mengalah.” ujar Rachmad Tjahyono, warga jalan Hayam Wuruk, Kota Pasuruan, Rabo (14/02/2019) kemarin.

Selain tak memadai untuk di lalui kendaraan besar, jalan dalam kota ini juga dipadati kendaraan pribadi, roda dua, pesepeda bahkan pejalan kaki. Bus juga nampak hilir mudik di dalam kota terpantau tribunus.co.id di jalur padat. Bus penumpang umum Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang melintas juga menyumbang kemacetan apalagi saat berhenti dan menaikkan penumpang yang tidak ada tempat pemberhentian (Halte) yang sudah ada di sebelah timur simpang empat selatan pasar kebonagung dan anehnya tanpa ada peringatan dari petugas.

Padahal jalur dalam kota terlarang untuk kendaraan besar. Bus dan truk yang masuk jalan kota berasal dari arah selatan menuju ke barat atau arah Probolinggo ke arah Surabaya. Tak hanya itu, sesuai peraturan lalu-lintas, kendaraan-kendaraan tersebut seharusnya masuk melalui jalur khusus yakni ke JLS Pasuruan, lewat Pertigaan Blandongan.


Salah seorang pengendara motor, Romdhoni, mengatakan truk bermuatan aqua juga masuk ke dalam kota saat sore hari. Ia mengeluhkan kondisi itu karena membahayakan.”Jalan kota kan ramai pengendara motor, orang bersepeda dan pejalan kaki, kalau ada kendaraan besar berbahaya. Saya sering lihat truk - truk itu lewat,” ujar bapak satu anak ini kepada tribunus.co.id



Pewarta        : Rachmat H.
Loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.