-->

Aksi Damai Gabungan Pemuda Gaspol Badas Raya Tuntut Limbah CV. Putra Prima Mandiri




KEDIRI, TRIBUNUS.CO.ID - Puluhan warga badas yang tergabung dalam Gerakan Sikat Pengotor Lingkungan (GASPOL) memprotes pencemaran limbah yang dibuang ke sungai, oleh CV Putra Prima Mandiri (24/7/18).

Aksi damai Gaspol yang dilakukan di depan Pabrik Peking Dusun Pohblemben Desa Badas Kecamatan Badas Kabupaten Kediri ini juga memprotes bau kurang sedap di lokasi tersebut dan penutupan kandang bebek yang bersebelahan dengan pabrik yang berada di tengah-tengah pemukiman warga.

Mereka berorasi dan membawa poster berisikan tuntutan agar pabrik tersebut tidak lagi membuang limbah bekas pencucian bebek peking ke sungai dan segera menutup kandang bebeknya.

Sementara itu korlap aksi, Emoon mengaku aksi warga desa ini dipicu lantaran tidak tahan dengan bau yang tidak sedap dari pembuangan limbah CV Putra Prima Mandiri dan kandang bebek yang ada di lingkungannya.

"Aksi pertama untuk protes pembuangan limbah ini di harapkan menemukan kesepakatan sesuai tuntutan warga," terang Emoon kepada wartawan di depan CV Putra Prima Mandiri.

Sementara itu saat aksi berlangsung dan orasi bergantian salah satu orator mengatakan "Bahwa bau tidak sedap itu mengganggu warga sejak hampir lima tahun ini". Namun warga tidak bisa berbuat banyak, harus kemana mereka mengadu.

Bahkan salah satu pendemo mengatakan "Pihak perusahaan setiap tahun memberikan beras 3kg dan telur 3kg pun kami tolak, karna itu tidak sebanding dengan penderitaan setiap hari yang selalu mencium bau tidak sedap, dan kami tidak butuh imbalan apapun, yang kami butuhkan bau tidak sedap itu hilang".


"Warga khawatir bau tidak sedap ini mengganggu kesehatan anak-anaknya, Apalagi, bau ini sudah hampir lima tahun lamanya," tambah Emoon.


Sementara hasil dari negosiasi Ketua Gaspol M. khudlori di dampingi Wakil Ketua Adam Arifyanto dan beberapa warga dengan Kepala Penanggung Jawab RPH. parnu mengaku pihaknya tidak berwenang untuk memutuskan permintaan warga dikarnakan Bos Perusahaan Eko sedang ke luar negeri, setelah terjadi dialog yang alot selanjutnya Parnu menandatangani kesepakatan bahwa negosiasi dengan Bos Perusahaan Eko untuk memenuhi tuntutan warga di laksanakan esok hari rabu 250718 pada pukul 14.00 di Balai Desa Badas duduk bersama dengan Kepala Desa Badas Nur Said SE.

Setelah usainya negosiasi dan aksi para Gaspol membubarkan diri bersama Polisi dengan tertip. (amin/har)

0 Komentar

Lebih baru Lebih lama