Mikobar Dengan Penggiat Sejarah Dan Budaya Bersama Gus Naf'an Shalahuddin Live Radio Airlangga Fm



KEDIRI, TRIBUNUS.CO.ID - Puluhan penggiat sejarah dan budaya di Kabupaten Kediri bertemu dan berkumpul di Studio Airlangga 101.4 FM yang berada di Jln Kandangan Letjend Sutoyo No. 86 Pare Kabupaten Kediri Jawa Timur, pertemuan tersebut tak lain merupakan suatu ajang silaturrahmi dan bertatap muka untuk mempererat hubungan tali silaturrahmi makin erat dengan tema yang diambil "Mikobar" Minum Kopi dan Ngobrol Bareng bersama Gus Naf'an,  Sabtu (1/9/2018).

Hadir dalam acara Mikobar malam itu, Muhammad Naf'an Shalahuddin (Gus Naf'an) dari Wates Kediri, Dr Ari Purnomo Adi dari GMPK Kediri,Wakil Ketua Kosti Kabupaten Kediri Muji Harjita, Komunitas Harinjing, Komunitas Pecinta Damai, Saudagar Nusantara dari Blitar, Damar Panuluh Nusantara, PJ Radio Airlangga Fm beserta kru nya, Pengurus Abdi Dalaem Minak Sengguruh Desa Tungklur dan puluhan warga serta komunitas lainnya.

Acara Mikobar yang dirangkai dengan siaran langsung (live) Radio Airlangga Fm  ini juga membahas keragaman budaya dan sejarah yang ada di Indonesia, khususnya di Kabupaten Kediri dengan pembawa acara Rianto dari Damar Panuluh Nusantara dan Kallo Irsyad PJ Radio Airlangga Fm ,selanjutnya disusul dengan inti materi yakni sambutan sekaligus dialog interaktif yang dipimpin langsung oleh Gus Naf'an Shalahuddin.


Baru pertama kali acara Mikobar diselenggarakan di ruang studio radio, dan ini mendapat respon positif dari berbagai kalangan media sosial maupun pecinta sejarah dan budaya, karena kegiatan tersebut juga disiarkan langsung menggunakan FB Damar Panuluh.

Rianto dari tim Damar Panuluh Nusantara mengatakan, bahwa menurut pengalamannya, Kediri merupakan seribu situs cagar budaya yang perlu diangkat dihadapan dunia ,selain itu situs cagar budaya yang ada di Kediri ini juga bukti nyata peninggalan atau warisan leluhur yang harus di uri uri atau dilestarikan, kalau tidak kita dari komunitas yang peduli akan cagar budaya siapa lagi yang akan melestarikannya "terang Rianto.


Dalam hal ini Gus Naf'an juga menyampaikan bahwa Indonesia bukanlah negara Islam, melainkan negara Pancasila Bhineka Tunggal Ika yang terdiri dari beragam agama atau keyakinan, budaya dan suku, namun secara garis tengah ndonesia mayoritas adalah islam.
Sehingga meskipun kita semua yang hadir disini terdiri dari beragam komunitas dan keyakinan tetapi bisa bersatu dengan yang lainnya, ini menunjukkan bahwa Indonesia sebenarnya bisa guyup dan rukun untuk menuju lebih baik.

Dan dengan adanya kegiatan seperti ini diharapkan mampu menyatukan persatuan untuk memperjuangkan apa yang menurut kita benar" tutur Gus Naf'an.

Lebih lanjut Gus Naf'an menerangkan, bahwa segala sesuatu tidak dapat diperjuangkan dengan sendiri ,melainkan harus bersama sama merangkul sesama insan yang benar benar memiliki hati yang sama sama ikhlas untuk berjuang diatas kebenaran ,seperti halnya situs cagar budaya dan Sungai Harinjing " Jelasnya.

Sementara Dari GMPK Kabupaten Kediri dr Ari Purnomo Adi menyampaikan bahwa "perjuangan kami dan kawan kawan untuk melindungi Sungai Harinjing  juga tidak terlepas dari beban dan moral yang butuh perjuangan keras, karena untuk menyadarkan masyarakat peduli kebersihan,  butuh waktu dan proses agak lama, dan alhamdulillah Sungai Harinjing yang merupakan bukti sejarah yang di miliki Kediri ini mulai diperhatikan sehingga sungai saat ini bersih dari sampah dan bermanfaat untuk semuanya" jelas dr Ari Purnomo Adi.

Acara yang digelar kurang lebih 3 jam ini juga disertai dialog interaktif, tanya jawab. dan disela sela durasi 30 menit di isi dengan jeda iklan dari Radio Airlangga Fm dan juga diiringi alunan musitar dari salah satu sahabat Gus Naf'an. (har)


Loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.