-->

Berbagi Kisah - AKBP Rendra Salipu Jadi Kasatgas PAM Operasi Amole di Tembagapura

Briefing lapangan dilakukan agar tugas bisa dilaksanakan secara maksimal. Foto: dok. AKBP Rendra Salipu
Satgas Operasi Amole 2018 pengamanan PT Freeport. Foto: dok. AKBP Rendra Salipu
Salah satu tugas rutin yang dijalani anggota Korps Brimob Polri adalah menjaga objek vital nasional PT Freeport Indonesia. Pertambangan ini berlokasi di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.

Selama puluhan tahun sejak mulai dibangun tahun 1967 oleh Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc., sudah tidak terhitung lusinan kontak senjata terjadi di kawasan penambangan ini.


AKBP Rendra bersama tim memeriksa tenda yang ditinggalkan pelaku pembocoran pipa konsentrat milik PTFI. Foto: dok. AKBP Rendra Salipu
Kelompok bersenjata seringkali melakukan serangan hit & run, yang tidak saja menimbulkan korban di pihak karyawan Freeport tapi juga aparat keamanan.

Untuk mengamankan Freeport, maka Polri membentuk Satuan Tugas (Satgas) Amole, yang merupakan satgas gabungan khusus menjaga areal PT Freeport Indonesia di Timika, Kabupaten Mimika, Papua.


Sebagai Kasatgas PAM Operasi Amole, Rendra membawahi personel gabungan TNI dan Polri. Foto: dok. AKBP Rendra Salipu
Karena beratnya medan tugas di Tembagapura yang berada di ketinggian, pergantian tugas Satgas Amole dilakukan setiap empat bulan sekali.

AKBP Mohamad Rendra Salipu mengaku beruntung bisa ditugaskan di Satgas Amole. Karena ini menjadi kesempatan baginya untuk menguji tingkat kepemimpinan serta memimpin pasukan beroperasi dan bertahan di medan ekstrem.

AKBP Rendra sendiri dipercaya menjadi Kasatgas Pengamanan (PAM) Obyek PT Freeport Indonesia Operasi Amole II selama lima bulan, dari Mei sampai Oktober 2018.


Rendra melaksanakan koordinasi dengan pihak PTFI. Foto: dok. AKBP Rendra Salipu
“Satgas ini periodik, 4 bulan diperpanjang atau digantikan dengan Satgas yang baru. Saya bertugas sebagai Kasatgas PAM selama 5 bulan,” ungkap Rendra kepada mylesat.com.

Personel Satgas PAM Operasi Amole 2018 ini berjumlah 858 orang. Mereka berasal dari Polri sebanyak 642 personel dan 216 personel lagi dari TNI.


Briefing lapangan selalu dilakukan agar tugas bisa dilaksanakan secara maksimal. Foto: dok. AKBP Rendra Salipu
“Untuk Polri ada organik Polda Papua dan ada juga yang BKO dari Polda lain. Personel BKO inilah yang akan bergantian setiap 4 bulan,” kata Rendra.

AKBP Rendra Salipu termasuk salah seorang perwira menengah Brimob yang memiliki pengalaman penugasan lengkap. Rendra menjadi salah satu perwira muda yang terpilih mengikuti latihan Satgas Rajawali 4 Kompi Pemburu tahun 1998.

Rendra juga pernah menjadi komandan Formed Police Unit (FPU) VII di El Fasher Darfur, Sudan pada November 2014.

FPU adalah misi polisional internasional yang dibentuk PBB untuk menjaga keamanan di wilayah Sudan.


Pengamanan unjuk rasa warga yang menutup akses jalan. Namun setelah negosiasi, warga bersedia kembali membuka jalan. Foto: dok. AKBP Rendra Salipu
Menurut perwira Brimob alumni Akpol 96 ini, Satgas Operasi Amole bertugas melaksanakan pengamanan PT Freeport Indonesia (PTFI) meliputi pengamanan aset, orang, dan kegiatan di PTFI.

“Kegiatan pengamanan diwujudkan dalam bentuk penjagaan di pos-pos yang telah ditentukan, pengawalan karyawan dari Low Land ke High Land atau sebaliknya, termasuk melaksanakan patroli selama 1 x 24 jam sesuai rute yang telah ditentukan,” beber Rendra yang sebelumnya bertugas sebagai Kapolres Binjai, Polda Sumatera Utara.

Operasi Amole diisi oleh personel gabungan Polri dan TNI. “Personel Satgas PAM Obyek merupakan pasukan gabungan dari Polri dan TNI (AD, AL, dan AU),” tulis Rendra melalui pesan singkat.


Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph Donovan bertatap muka dengan Satgas Operasi Amole. Foto: dok. AKBP Rendra Salipu
Rendra mengaku bersyukur karena selama penugasan sebagai Kasatgas PAM Operasi Amole, tidak pernah terjadi kontak senjata dengan kelompok bersenjata. “Kalau penembakan terhadap bus, truk, dan rumah sih ada,” jelasnya.

Sementar menyangkut kepercayaan pimpinan Polri kepadanya, Rendra pun tak lupa berucap syukur. “Saya bersyukur kepada Allah SWT, alhamdulillah masih diberikan kepercayaan memimpin Satgas PAM Obyek pada Ops Amole,” ulasnya.

Saat ini AKBP Rendra Salipu kembali ditugaskan ke Papua sebagai Wadansatgas Tindak Operasi Nemangkawi 2019.      (beny adrian/mylesat/foto: akbp.rendra)

1 Komentar

Lebih baru Lebih lama