Perkuat Aspek Kelembagaan Dan Manajerial Yayasan Pendidikan Islam ,Tim Pengabdian Berkunjungan Ke Yayasan Al Murtadho




KEDIRI, TRIBUNUS.CO.ID - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya yang terdiri dari Syahirul Alim, M.Si. dan Abdul Hair, M.A., pada Minggu 17 Maret 2019, mengadakan pengabdian ke Yayasan Pendidikan Islam Al-Murtadho, di desa Dukuh, kecamatan Ngadiluwih, kabupaten Kediri.


Kegiatan ini megambil tema “Memperkuat Aspek Kelembagaan dan Manajerial Yayasan Pendidikan Islam”. Tema ini diambil berdasarkan kondisi yang ada di lapangan.


Al-Murtadho merupakan satu-satunya Lembaga Pendidikan Islam yang ada di desa tersebut. Yayasan ini membawahi beberapa sekolah, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Raudhatu Athfal (RA), Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) dan Madrasah Diniyah (Madin).

Selain itu ada juga beberapa kegiatan tambahan sebagai penunjang kegiatan seperti Diba’iyah, Istighotsah rutin dan kegiatan pencak silat Pagar Nusa.

Selain dipakai untuk aktivitas belajar mengajar, di Al-Murtadho ini juga kerap dipakai untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan keaagamaan masyarakat setempat. Artinya, Al-Murtadho sangat vital keberadaanya bagi masyarakat di desa Dukuh. Meskipun keberadaanya sangat penting, tetapi masih terdapat beberapa permasalahan di yayasan ini.


Sama seperti Yayasan Pendidikan Islam pada umumnya, Al-Murtadho juga terkendala pada dua permasalahan utama. Pertama, pendanaan yang belum maksimal.

Saat ini, sumber pendapatan dan pembiayaan yayasan berasal dari donator dan iuran dari peserta didik. Pendapatan yang didapatkan pun masih tergolong minim, sehingga sarana dan prasarana fisik seperti gedung, komputer, printer, proyektor, dan whiteboard, secara jumlah masih belum memadai.


Sebagai sebuah yayasan, Al-Murtadho seyogyanya mampu mendapatkan sumber pendanaan secara mandiri, tanpa perlu tergantung dari donator dan iuran peserta didik. Hambatan dalam sumber pendanaan ini bisa muncul karena Al-Murtadho masih memiliki permasalahan yang kedua, yakni, belum kuatnya aspek kelembagaan dan manajerial dalam pengelolaan Yayasan.


Kegiatan pengabdian ini dilaksakan dalam bentuk pemaparan dan FGD tentang penguatan manajerial Yayasan. Syahirul Alim, dalam pemaparannya, menyatakan “Permasalahan-permasalahan di negeri ini, seperti radikalisme, ditengarai sebagai buntut dari arah Pendidikan yang kurang memerhatikan aspek keagaamaan.

 Dengan demikian, sudah saatnya lembaga pendidikan islam seperti Madin mendapatkan perhatian lebih dari, tidak saja pemerintah, tetapi oleh kita semua sebagai masyarakat Indonesia.

" Sedangkan bagi Abdul Hair “Lembaga Pendidikan Islam harus mengadopsi dan memaksimalkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam melaksanakan proses Pendidikan agar tidak tergerus perkembangan zaman.”


Setelah pemaparan selesai, acara dilanjutkan dengan FGD tentang permasalahan-permasalahan yang dihadapi Yayasan dalam mengelola sekolah-sekolah yang ada di naungannya. Hasil FGD ini akan dikaji lebih lajut untuk dijadikan rekomendasi dan saran untuk memperkuat kelembagaan Yayasan.

Acara diakhiri dengan penyerahan cenderamata dari Universitas Brawijaya kepada ketua Yayasan dan kepala sekolah yang ada di bawah naungan Yayasan.

Kegitan ini sendiri adalah kunjung awal dari Tim Pengadian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya. Setelah ini akan diadakan kunjungan kedua yang lebih difokuskan pada eksekusi dari rekomendasi dan saran yang didapatkan dari kunjungan pertama ini.(har)
Loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.