Surabaya Vaganza 2019 yang bertemakan PUSPAWARNI ini diikuti oleh aneka ragam kebudayaan dan mobil hias



Surabaya tribunus.co.id - Surabaya Vaganza 2019 yang digelar hari ini, Minggu (24/3/2019), menjadi ajang pemersatu budaya. Ini disampaikan Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya yang juga mengungkapkan makna "Puspawarni", sebagai tema dari parade budaya tahun ini.

Risma mengatakan, puspawarni bukan hanya menyuguhkan aneka bunga yang berwarna-warni. Namun juga menggambarkan beragam budaya yang ada di Kota Surabaya. Mulai dari suku, agama, bahasa, dan lain-lain.

Menurutnya, perbedaan itu tidak perlu diperdebatkan sehingga membuat masyarakat terpecah belah. Parade Surabaya Vaganza tahun ini bertujuan untuk memupuk rasa persatuan berbagai elemen masyarakat yang ada di Surabaya.

Risma berharap, masyarakat Surabaya dengan keberagaman suku, adat, dan budaya bisa terus rukun, saling menghormati, meningkatkan persatuan dan menghilangkan permusuhan.

"Jadi kita tahun ini lebih banyak budayanya. Saya berharap ini menjadi pemersatu kita. Sehingga, kita tidak perlu mempermasalahkan lagi siapa kita, budaya, agama, dan suku kita apa. Kita bisa bergandengan tangan untuk membangun kota ini," kata Risma, Minggu (24/3/2019).

Surabaya Vaganza 2019 tidak hanya menampilkan budaya lokal Surabaya. Tapi juga beberapa budaya dari daerah lain. Acara ini diikuti oleh 40 mobil hias yang didesain sangat menarik dan diikuti pula oleh 37 peserta parade budaya dari berbagai komunitas, suku bangsa, pelajar sekolah, mahasiswa dan warga Surabaya serta beberapa grup drumband.

Selain itu, kegiatan rutin tiap tahun ini juga diikuti oleh 13 wali kota yang tergabung dalam anggota Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Wilayah IV. Mereka mengikuti parade dengan menaiki kendaraan mobil Jeep Willys dan mengenakan busana adat daerah.

Sementara itu, Dewanti Rumpoko Ketua APEKSI Regional IV yang turut hadir dan mengikuti acara itu sangat mengapresiasi kegiatan Parade Surabaya Vaganza yang diselenggarakan oleh Pemkot Surabaya. Ia mengaku terkesima dengan berbagai suguhan kesenian budaya yang ditampilkan.

"Selain memang acaranya, terutama drum bandnya, acara keseniannya, parade bunganya juga top banget," kata Dewanti, dikutip dari Antara.

Perempuan berkerudung yang juga menjabat sebagai Wali Kota Batu ini menambahkan, pihaknya ingin mengadopsi cara Pemkot Surabaya dalam penyelenggaraan parade yang disiplin dan bersih.

Ia berharap, masyarakat Kota Batu juga bisa meniru bagaimana warga Kota Surabaya menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

"Mudah-mudahan Kota Batu besok akan meniru, terutama kerapian dan kebersihannya," ujarnya.(Fafa)
Loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.