-->

Perjuangan Polwan Dalam Pengamanan Kotak Suara Demi Sukseskan Pemilu



Malang, tribunus.co.id - Dalam pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, sejumlah aparat kepolisian di Kabupaten Malang berjuang keras menjaga kotak suara.

Perjuangan tersebut dirasakan petugas Polisi wanita (Polwan) Polres Malang, Aiptu Sri Sumarwati dan Briptu Tanti Onindita. Keduanya harus menahan rasa lelah hingga mata terpejam demi menjaga kotak suara.

Dari Desa Watugede, Kecamatan Singosari. Mereka bertugas mengawal hingga sampai ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam keadaan baik dan tetap utuh hingga pencoblosan usai.

Untuk menuju ke beberapa TPS, mereka harus siaga tetap semangat walau tubuh sudah terasa lelah. Mereka bertekad melaksanakan tugasnya sampai tertidur, agar Pemilu 2019 berjalan dengan aman dan kondusif.

Bahkan, saat pengawalan kotak suara dari TPS, anggota Polwan tadi Pukul 03.00 Wib sempat terjatuh dari kendaraannya. Bandangnya gas sepeda motor yang ia tunggangi, membuat kaki dan anggota badan lainnya sakit hingga dibuat jalan pun sempoyongan.

Namun, semua itu tidak lantas membuatnya putus asa. Sebaliknya, ia semakin memiliki rasa semangat yang tinggi biarpun sampai bersandar dibalik kertas demi sukseskan Pemilu 2019.

"Sebagai insan Bhayangkara dan jiwa Tribrata, kami Polres Malang tetap semangat mengawal dan mengamankan jalannya pesta Demokrasi 2019," kata Aiptu Sri Sumarwati, Kamis (18/4/2019).

Tidak hanya itu saja, semua anggota Polres Malang, juga tetap siaga  melaksanakan pengamanan.
Baik di PPK, patroli, on call di Mako sesuai penugasan masing-masing demi mewujudkan wilayah Kabupaten Malang tetap kondusif.


Sebelumnya, berbagai upaya itu telah dilakukan oleh Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, SIK, MH, MSi. Mulai dari menerjunkan Satgas Anti Money Politic, bahkan hingga memasang ratusan spanduk imbauan.

Spanduk tersebut bertuliskan 'Nyoblos itu Keren' juga ada yang menyampaikan pesan bahwa aparat kepolisian siap menjamin keamanan masyarakat dalam Pesta Demokrasi.    (An)

0 Komentar

Lebih baru Lebih lama