Direktur Aswaja Kabupaten Kediri Tolak Aksi People Power



KEDIRI, TRIBUNUS.CO.ID - Para tokoh agama Kabupaten Kediri menolak terhadap aksi people power menjelang pengumuman hasil pemilihan presiden pada 22 Mei di Kantor KPU. Hal ini lantaran MUI Kabupaten Kediri menilai people power dapat memecah persatuan dan kesatuan NKRI.

Gus Dafid Fuadi, Direktur Aswaja NU Center Kabupaten Kediri menegaskan menolak dengan tegas pihak pihak yang mengajak people power. Hal ini karena People power adalah pelanggaran baik syariat maupun hukum agama. Yang jelas people power tidak ada manfaat bagi negeri ini ataupun agama islam. Sangat menyayangkan.

“Kami sangat menyayangkan jika ada pihak pihak tertentu yang mengatas namakan jihat namun memiliki kepentingan politik,” ungkap Gus Dafit.

Bukan tanpa alas an mengapa Gus Dafid meminta agar warga Kabupaten Kediri untuk menolak ajakan people power. Gus Dafid menilai hal itu sangat membahayakan dan meyesatkan bagi orang awam.

Tidak hanya itu hal tersebut juga dapat memecah kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia.

Oleh sebab itu dia sangat mendukung pemerintah, aparat keamanan baik TNI dan Polri untuk menindak tegas tindakan people power. Sesuai dengan sabda Rosullullah  jika ada seseorang datang kepada kalian lalu mengajak kalian sedangakan kalian dalam keadaan bersatu padu dalam kepemimpinan yang bersar dan apabila ada orang yang memecah belah persatuan kalian maka tumpaslah mereka.

“Kami sangat mendukung pihak pemerintah, aparat keamanan TNI dan Polri untuk menindak mereka,” tegasnya. (har/dian)
Loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.