Danramil Jajaran Kodim 0731/Kulon Progo Mengikuti Giat Estafet Pataka Ekspedisi Desa Tangguh Bencana Tsunami Tahun 2019




Kulon Progo. Danramil Wates, Temon, Galur dan Panjatan, Kodim 0731/Kulon Progo beserta anggota, Minggu dan Senin, 28 dan 29 Juli 2019, bertempat di wilayah selatan Kabupaten Kulon Progo, mengikuti Giat Estafet Pataka, Ekspedisi Desa Tangguh Bencana Tsunami Tahun 2019, yang diselenggarakan oleh BNPB DIY.

Kegiatan juga dihadiri oleh segenap Pejabat Kabupaten Kulon Progo dan Propinsi DIY antara lain : Wakil Bupati Kulon Progo, Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo, Kasubdit Lembaga Usaha Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPB Kulon Progo, Kabid Pencegahan dan Kesiagaan BPBD DIY, Kasi Data dan Informasi BMKG DIY.  Hadir pula Camat Panjatan, Kapten Inf Sumarjan (Danramil 01/Wates), Kapten Inf Rismato (Danramil 02/Temon), Kapten Inf Suhut (Danramil 09/Galur), Letda Inf Hery Susanto (Danramil 10/Panjatan), Kapolsek Panjatan.

Kegiatan Ekspedisi Desa Tangguh Bencana Tsunami start dari Banyuwangi Jawa Timur dan finish di Banten, dengan menyusuri wilayah pantai selatan, dengan tujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga apabila terjadi bencana khususnya gempa bumi dan tsunami.

Di wilayah Kabupaten Kulon Progo, Estafet Pataka dimulai pukul 08.00 WIB dari Balai Desa Brosot, Kec. Galur menuju Balai Desa Bugel, diikuti oleh anggota BPBD DIY, BPBD dan SAR Kab. Kulon Progo, Toga, Tomas, Anggota BNPB, PPRC, RAPI, MDMC, Mahasiswa UPN, Pramuka dan Peserta dari 10 Destana dan 3 belum Destana Kab. Kulon Progo. Setelah istirahat dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang : Konsep Desa Tangguh Bencana oleh BNPB, Standar Pelayanan Minimal Dalam Bidang Penanggulangan Bencana oleh Kemendagri, Penggunaan Dana Desa Untuk Penguatan Destana oleh Kemendes, Karesteristik Ancaman Gempa Bumi dan Tsunami (lokasi dititik poin) oleh BMKG.

Kabupaten Kulon Progo merupakan salah satu daerah yang rawan bencana diantaranya tanah longsor diseputar Pegunungan Menoreh yang meliputi 21 Desa, potensi tsunami di wilayah selatan.  Langkah untuk meminimalisir bencana sudah dilakukan pencegahan dengan penanaman Green Belt/Sabuk Hijau, sedangkan untuk potensi banjir dilakukan proyek normalisasi sungai, untuk meminimalisir genangan air saat musim penghujan. 

Pukul 12.30 WIB, Estafet Pataka menuju perbatasan wilayah Kulon Progo, untuk melanjutkan perjalanan dan kegiatan Ekspedisi Desa Tangguh Bencana Tsunami Tahun 2019, di wilayah selatan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. (Pendim 0731/KP).
Loading...

Artikel Terkait

2 komentar

Bengkel mengatakan...

Info kesehatan yang bermanfaat , info langsing sehat, susah BAB klik di
TEH DAUN SENNA ONLINE

Bengkel mengatakan...

Artikel dan berita seputar budaya, sejarah dan situs peninggalan purbakala
DAMARPANULUHNUSANTARA.COM

Diberdayakan oleh Blogger.