Pekan Gawai Dayak X Kabupaten Sekadau tahun 2019 resmi dibuka.



Sekadau,  Kalbar - Bertempat di Betang Youth Center, Jalan Panglima Naga,  Desa Sungai Ringin,  Kecamatan Sekadau Hilir,  Kabupaten Sekadau telah berlangsung kegiatan pembukaan Pekan Gawai Dayak (PGD)  Ke-X Tahun 2019.

PGD Ke-X yang dilaksanakan di Kabupaten Sekadau kali ini mengusung tema "Melalui Gawai Dayak X Kabupaten Sekadau kita pererat persatuan dan kesatuan dalam pelestarian adat dan budaya Dayak".

Pangdam XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab mendapat kehormatan melakukan ritual pancung "Buluh" muda saat memasuki areal pelaksanaan PGD X pada pukul 10.23 WIB, Senin (29/7).

Kemajemukan jangan dijadikan kelemahan, keberagaman Indonesia harus jadi kekuatan kita untuk maju dan tegaknya NKRI. Hal ini ditegaskan Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab saat memberikan sambutan pada Pembukaan Pekan Gawai Dayak X Kabupaten Sekadau Tahun 2019.

“Kemajemukan bangsa Indonesia, membuat bangsa ini menyimpan potensi yang cukup besar, yang apabila mampu dikemas dengan baik merupakan suatu kekuatan sebagai benteng negara,” ujar Pangdam XII/Tpr



Disampaikan juga oleh Pangdam XII/Tpr bahwa bangsa Indonesia dikenal oleh masyarakat dunia pada culture knowledge, culture behaviour dan culture artifact yang ditampilkan sebagai implementasi dari kesepakatan nasional tentang nilai-nilai, ide-ide, gagasan dan pandangan hidup yang dijadikan sebagai pedoman untuk berperilaku, baik secara internal maupun eksternal.



“Kita telah bersepakat untuk bersatu dalam multikulturalisme bangsa, yaitu Bhinneka Tunggal Ika, Sumpah Pemuda dan falsafah negara Pancasila, hal tersebut yang menjadi modal utama dalam membangun agar menjadi negara yang kuat dan disegani negara lain,” kata Pangdam XII/Tpr



Dalam kesempatan tersebut, Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab juga mengapresiasi kegiatan Budaya Gawai Dayak X Kabupaten Sekadau, karena dapat dijadikan wahana untuk menumbuhkan semangat dan motivasi dalam upaya menggali, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya yang hidup, tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Dayak yang merupakan bagian dari pelestarian budaya serta memperkaya warisan seni budaya Bangsa Indonesia.



“Kegiatan ini perlu dilakukan, agar nilai-nilai budaya positif yang telah diwariskan para leluhur, tidak luntur dan sirna oleh pengaruh budaya luar yang negatif, sehingga dapat menyebabkan kita kehilangan jati diri,” tutupnya.


Turut hadir dalam kegiatan ini, Staf Ahli Gubernur Kalbar, Drs. Hermanus, M.Si, Perwira Ahli Pangdam XII/Tpr Bid Sosbud, Kolonel Inf Basuki Ahmad S, S.Ip., Asintel Kasdam XII/Tpr, Kolonel Inf Wulang Nur Yudhanto, Kasrem 121/Abw, Kolonel Inf Achmad Sholihin, Kasiintelrem 121/Abw, Kolonel Inf Trijoko Adiwiyono,  Dandim 1204/Sanggau, Letkol Inf Gede Setiawan, Danden Intel Kodam XII/Tpr, Letkol Inf Mahmuddin Abdillah, Bupati Sekadau, Rupinus SH, M.Si, Wakil Bupati Sekadau, Aloysius, SH, M.Si, Sekjen MADN, Yakobus Kumis, Uskup Keuskupan Sanggau, Mgr Yulius Mencuccini, CP, Ketua DPRD Kabupaten Sekadau, Albertus Pinus, S.Sos, MH,  Anggota DPD RI, Maria Goreti, S.Sos, M.Si, Ketua DAD Provinsi Kalbar, Ir. Jakiyus Sinyor, Wakil Bupati Landak, Herculanus Heriadi, SE, Kepala DPM Pemdes Kabupaten Sanggau, Siron, S.Sos, M.Si, Sekda Kabupaten Sekadau, Drs. Zakaria, M.Si, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sekadau, Kristina Rupinus, S.Pd, M.Si, Ketua GOW Kabupaten Sekadau, Vixtima Heri Supriyanti Aloysius, A.Md, Raja Sekadau, Pengeram Agung Sri Negeri II Gusti Muhammad Effendi serta dihadiri masyarakat Sekadau dan sekitarnya kurang lebih 2.000 orang.


Bupati Sekadau dalam sambutannya menyampaikan, Gawai dayak Kabupaten Sekadah menutup semua kegiatan-kegiatan empat tahunan  yang ada di Kabupaten Sekadau.  Gawai merupakan wujud ucapan syukur dan memulai pertanian untuk tahun berikutnya.
"Ada siklusnya, dari 10 kali gawai ada kegiatan baru kita ada misa pemberkatan benih dan alat pertanian dalam rangka syukur gawai" kata Bupati Sekadau.

Orang nomor satu di Bumi Lawang Kuari ini juga menyampaikan, Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata, pelestarian budaya, ekonomi kerakyatan, sekaligus menjadi ajang silaturahmi. Silaturahmi yang dimaksud bukan hanya orang dayak saja tapi dengan semua orang.


Rencananya kegiatan Gawai Dayak X tahun 2019 berlangsung selama 5 hari. Mulai 29 Juli s.d 2 Agustus 2019.

Adapun jenis Perlombaan dalam memeriahkan Gawai Dayak Kab Sekadau Tahun 2019:
1 Lomba DISPLAY BUDAYA
2. Lomba Pop Singer Lagu Dayak
3. Lomba mengenyam tikar
4. Lomba Melukisl Perisai
5. Lomba menumbuk dan menampi padi
6. Lomba Sastra Lisan
7. Lomba Tengkuyung Berambih
8. Lomba Pangkak Gasing
9. Lomba Fashion Show Anak Anak
10. Lomba menyumpit perorangan
11. Lomba tari dayak
12. Lomba menyumpit beregu
13. Lomba Grend Bujang dan Dara Gawai

Pada pukul 14.50 Pangdam XII/Tpr berserta rombongan Meninggalkan Rumah Betang Youth Center dan melanjutkan perjalanan Menuju Kabupaten  Melawi.

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.