Makna HUT RI Dimata Pakar, Muhammad Ja'far Hasibuan Juara Dunia Di Shaghai China ,Semangat Proklamasi Dengan Semangat Menjaga Kesehatan



SUMATERA UTARA,TRIBUNUS.CO.ID - Satu hari jelang perayaan Hari Kemerdekaan RI, rakyat Indonesia diberbagai pelosok tanah air kini telah mengagendakan sejumlah acara guna  memperingati hari bersejarah itu.

Berbagai aneka lomba biasanya digelar untuk perayaan hari kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2019 ini.

Demikian juga di Istana negara, momen seperti ini biasa digunakan untuk mengundang sejumlah orang-orang penting, utamanya putra putri terbaik Indonesia untuk berkumpul, bersilahturahmi sekaligus merupakan bentuk rasa syukur kita dan untuk mengenang jasa-jasa pahlawan yang telah merebut kemerdekaan Indonesia dari penjajah.

Dulu, masyarakat Indonesia merayakan kemerdekaan dengan menggelar upacara bendera dan membaca teks proklamasi dengan khidmat.

Selain meneruskan tradisi tersebut, zaman sekarang masyarakat Indonesia menambahkan perayaan hari jadi negeri ini dengan berbagai permainan seru, seperti panjat pinang, lomba menangkap belut, dan lain-lain.

Terkait hal ini, tokoh muda dan ilmuwan Muhammad Ja'far Hasibuan mengaku tak diundang ke Istana, meski namanya telah mengharumkan Indonesia di dunia Internasional berkat penemuan Obat Kulit Bagi Manusia dan Hewan Luar dan Dalam.

"Belum, dan tidak ada undangan ke Istana. Mungkin panitia dan Presiden sedang sibuk. Its okey, tidak apa-apa, kita juga sedang persiapan untuk riset obat tradisional," kata Muhammad Ja’far Hasibuan (27), kepada TRIBUNUS.CO.ID hari ini, (15/08).

Meski demikian, Ja'far kini mengaku juga sibuk guna mengembangkan hasil temuannya itu. Pasca dinobatkan sebagai juara dunia di shanghai, China, Ia terus mendalami dan melakukan internal riset, utamanya terkait Penyembuhan Kanker.

Dalam kesempatan ini, Ja'far hanya ingin berpesan bahwa momen penting dalam perayaan HUT RI patut juga diselipi semangat menjaga kesehatan, yang merupakan modal utama agar rakyat juga merdeka lahir dan banthin.

HUT RI Dimata Pakar, Ja'far: Semangat Proklamasi Harus Selaras Dengan Semangat Menjaga Kesehatan

Dinkes Siapkan Tenaga Asuhan Mandiri Dukung Urban Farming

"Saat ini penting diingatkan, bahwa semangat Proklamasi harus juga diselaraskan dengan semangat menjaga kesehatan bagi rakyatnya. Bagaimana negara bisa maju kalau rakyatnya sakit?," ujarnya.

Sebelumnya, Ja'far berhasil menggoncangkan dunia internasional lewat penemuannya yang spektakuler yakni, Obat Kulit Bagi Manusia dan Hewan Luar dan Dalam.

Dia berhasil memenangkan kompetisi di China Shanghai International Exhibition of Inventions (CSITF) dan WIIPA Special Award World Invention Intelectual Property Association.

Atas prestasi ini, Ja'far menyumbangkan medali emas dan WIIPA Special Award bagi Indonesia.

Penghargaan sebagai no.1 dunia menjadi makna tersendiri jelang HUT RI, Sontak saja namanya kemudian viral diberbagai media cetak, online bahkan Youtube.

Atas torehannya ini ia menjadi orang pertama di Asia yang dapat penghargaan dunia pada Pameran Teknologi Internasional China, Shanghai dan selanjutnya disebut CSITF), disetujui oleh dewan Negara yang diselenggarakan bersama oleh Kementerian Perdagangan, Kementerian Sains dan Teknologi, Kantor Kekayaan Intelektual Negara dan Pemerintah Kota Shanghai.

Kegiatan ini didukung juga oleh lembaga PBB seperti UNIDO, UNDP dan WIPO, dan diselenggarakan oleh Kamar Dagang China untuk Impor dan Ekspor Mesin dan Produk Elektronik, Pusat Pertukaran Teknologi Internasional Shanghai dan Donghao Lansheng(Group) Co, Ltd, adalah profesional tingkat nasional khusus untuk perdagangan teknologi internasional.

Selama di China ia diseleksi cukup ketat dari WIIPA dan kompetisi yang diikutinya dengan tema “Biofar Shirmp Skin Care”. Inovasi ini merupakan penemuan di bidang kesehatan yang teruji mengubah dari bahan alami menjadi obat kulit luar dan dalam pada manusia dan hewan.

Dalam kegiatan tersebut, Ja’far menjadi satu-satunya orang Asia di level dunia mendapat medali emas pertama dari CSITF dan WIIPA.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie mengatakan apa yang diraih oleh Ja’far Hasibuan berkat kerja keras, ketekunan dan pantang menyerah.

Dia (Ja’far,red) kata Jerry, merupakan penerus Prof BJ Habibie, semoga akan lahir para cendikiawan muda berbakat. Dia juara 1 nasional sebanyak 19 kali, 2 kali juara Asean dan 1 kali juara dunia.

“Ini prestasi bagi bangsa yang di raih seorang anak yatim dan tulang punggung keluarga. Orang berprestasi seperti Jafar perlu diperhatikan oleh pemerintah,” ujar dia.

Menurut Jerry pemerintah harus membantu memfasilitasi anak-anak bangsa yang berprestasi. Saya sarankan kalau bisa di undang di istana dan pada perayaan HUT RI 17 Agustus 2019. Selama ini sudah banyak yang diundang presiden anak punya talenta tingkat dunia ini pun setidaknya bisa diundang.

“Indonesia bisa patenkan hak cipta dari temuannya dan bisa digunakan negara-negara lain dan mereka bisa beli hak cipta tersebut,” pungkas Jerry. (red)

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.