Bersama Warga Meratus, Anggota Koramil Birayang Gotong Royong Pembuatan MCK.





Barabai Kalsel. www.tribunus.co.id - Bersama warga masyarakat Dayak Meratus anggota Koramil 1002-01/Birayang Pelda Asep Suparman, Serda Wahyu Arip Sasmito dan  Serda Rahmad Jubair gotong royong pembuatan MCK berukuran 3x1,5m (Mandi,Cuci dan Kakus) umum di desa Hinas Kiri Kampung Kiyu Kecamatan Batang Alai Timur Kabupaten Hulu Sungai Tengah, pada (23/10).

Seperti disampaikan oleh kepala desa Hinas Kiri Mastur bahwa pembuatan MCK umum ini sebagai upaya membudayakan hidup sehat dan bersih kepada warga masyarakat dan kebersihan lingkungan agar terbebas dari BABS (Buang Air Besar Sembarangan),"ujarnya.

Sedangkan Babinsa Hinas Kiri Serda Rahmad Jubair menyampaikan perlu waktu dan perjuangan untuk menuju lokasi kampung Kiyu, setelah menempuh perjalan menggunakan kendaraan roda dua hampir dua jam dari Makoramil 1002-01/Birayang, sesampaikanya di Balai Adat Kiyu, perjalanan dillanjutkan dengan jalan kaki yang menempuh jarak 5km untuk mencapai lokasi pembuatan MCK, Itu semua tidak menjadi penghalang bagi kami untuk melaksanakan tugas pengabdian di wilayah binaan.

Selain untuk melaksanakan tugas pembinaan wilayah, kegiatan pembuatan MCK bersama warga masyarakat ini merupakan media mengkapanyekan hidup sehat dan bersih guna menghindari kebiasaan BABS (Buang Air Besar Sembarangan)."katanya.

Disela-sela pembuatan MCK Pelda Asep Suparman mensosialisasikan kepada warga kampung Kiyu  bahwa BABS/Open defecation adalah suatu tindakan membuang kotoran atau tinja di ladang, hutan, semak-semak, sungai, pantai atau area terbuka lainnya dan dibiarkan menyebar mengkontaminasi lingkungan, tanah, udara dan air.

Tinja atau kotoran manusia merupakan media sebagai tempat berkembang dan berinduknya bibit penyakit menular (misal kuman/bakteri, virus dan cacing). Apabila tinja tersebut dibuang di sembarang tempat, misal kebun, kolam, sungai, dll maka bibit penyakit tersebut akan menyebar luas ke lingkungan, dan akhirnya akan masuk dalam tubuh manusia, dan berisiko menimbulkan penyakit pada seseorang dan bahkan bahkan menjadi wabah penyakit pada masyarakat yang lebih luas,"terangnya.(pendim1002).

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.