-->

'Diculik' Dandim Lima Setengah Jam, Torja Kaget Lihat Warungnya


Mempawah - Haru bahagia terlihat di wajah Busri (66 tahun). Warga Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah itu beberapa kali tersenyum semringah. Tepat di Hari Sumpah Pemuda ke-92, impian pria yang biasa disapa Pak Torja untuk memiliki warung permanen diwujudkan Kodim 1201/Mempawah.

Torja merupakan pedagang cencalok dan belacan (terasi) keliling. Bila sedang tidak berjualan, Torja biasanya menjaring udang di pinggir pantai. Hasil menjaring itu, ia gunakan sebagai bahan baku cencalok dan belacan. Jika jaring sedang sepi, bahan baku cencalok dan belacan ia beli dari tetangganya.

"Dulu saya melaut, cuma karena sudah tua dan sakit tulang, saya cuma menjaring udang di pinggir, itu pun kalau lagi musimnya," kata Torja, Rabu (28/10/2020).

Ia memiliki sebuah warung beratap daun rumbia dengan dinding dan lantai dari kayu. Dinding dan lantai warung yang juga dijadikan tempat menyimpan ayam tersebut sudah banyak yang lapuk. Penghasilan dari berjualan cencalok dan belacan yang tidak seberapa, membuat pria renta ini tidak bisa membangun warung permanen.

Kisah kehidupan Torja bersama cencalok dan terasinya itu terdengar sampai ke Kodim Mempawah. TNI pun bergerak, memperbaiki warung Torja di Jalan Gusti Sulung Lelanang, Dusun Bestari, Desa Pasir dalam skema Program Bedah Warung Kodim 1201/Mempawah.

"Kondisi warung ini sudah tidak layak untuk dijadikan tempat usaha. Makanya kami perbaiki. Kami menggandeng Komunitas Satu Periuk dan pemuda disekitar tempat Pak Torja untuk memperbaikinya tepat di Hari Sumpah Pemuda ini," ungkap Dandim 1201/Mempawah Letkol Inf. Dwi Agung Prihanto di tempat usaha yang dinamai Warung 1201 itu.

Lima Setengah Jam Bedah Warung
Kodim 1201/Mempawah menurunkan lima belas personilnya untuk memperbaiki warung Torja. Perlu waktu lima setengah jam untuk memperbaiki warung berukuran 3x3 meter tersebut.
Selama warungnya diperbaiki sejak pukul 07.30 sampai pukul 13.00 WIB, Torja 'diculik' Dandim Dwi Agung dan Ketua Persit Herlia Agung ke pasar. Di pasar, Torja diminta mengambil semua yang diperlukannya untuk isi warung.
"Jadi kami berikan kejutan untuk Pak Torja, selain warungnya diperbaiki, isi warungnya juga kami sediakan. Beliau silahkan berbelanja barang-barang untuk warungnya, kami yang modalin," ucap Dandim.

Bantuan modal bagi usaha Torja, menurut Dwi Agung merupakan dukungan dan stimulan dari Kodim Mempawah untuk menggeliatkan lagi sektor perekonomian terutama usaha rumah tangga yang terpuruk karena pandemi Covid19.

"Pak Torja ini menjual makanan khas cencalok dan belacan yang dibuatnya sendiri. Sampai jadi cencalok dan belacan, itu diproduksi sendiri. Kami sangat mengapresiasi beliau, walaupun sudah sepuh tapi semangatnya tetap muda. Beliau inspirasi bagi yang muda di Hari Sumpah Pemuda ini," tandas Dandim.
Warung Torja, disebutkannya, adalah salah satu contoh usaha rumah tangga di Mempawah yang terdampak pandemi. Dengan bantuan modal dan warung yang disediakan, ia berharap, perekonomian usaha Torja kembali bergerak.

"Mudah-mudahan bantuan ini bisa diterima dan menjadi berkah bagi Kodim Mempawah, apalagi besok Maulid ya, ini sebagai tali asih kami berbagi dengan masyarakat," pungkas Dwi Agung.

0 Komentar

Lebih baru Lebih lama