-->

Dari Bersih Pantai ke Daur Ulang, Sungai Watch Dorong Perubahan Nyata


DENPASAR - Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, organisasi lingkungan Sungai Watch menggelar aksi bersih pantai di kawasan Pantai Kedonganan, Kabupaten Badung. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap persoalan sampah pesisir sekaligus tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Lingkungan Hidup RI dalam pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).


Badung - Aksi bersih pantai tersebut melibatkan unsur TNI/Polri, masyarakat Desa Adat Kedonganan, komunitas warga negara asing (WNA) _Clean Up Bali_, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala), serta berbagai komunitas lingkungan lainnya. Kolaborasi lintas elemen ini mencerminkan semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan dan kelestarian alam Bali sebagai destinasi wisata dunia. Dari hasil kegiatan, berhasil dikumpulkan sebanyak 1.059,09 Kg sampah plastik yang selanjutnya dibawa ke fasilitas pemilahan Sungai Watch untuk diolah menjadi produk daur ulang dan bagaimana kita harus memilah dan memahami jenis plastik yang telah mencemari laut kita.


Pantai Kedonganan dipilih karena merupakan salah satu wilayah yang setiap tahun terdampak sampah kiriman, khususnya pada periode November hingga Februari akibat pengaruh angin muson dan arus laut. Kondisi tersebut menjadikan kawasan ini prioritas penanganan agar tidak mengganggu ekosistem pesisir maupun kenyamanan wisatawan.


I Made Dwi Bagiasa selaku _Field Manager Sungai Watch_ menyampaikan bahwa tidak hanya melakukan aksi bersih-bersih, Sungai Watch juga melakukan pemilahan serta pengolahan sampah plastik menjadi produk daur ulang yang bermanfaat. 


"Kami dari Sungai Watch akan mengolah sampah plastik menjadi produk daur ulang. Langkah ini menjadi bagian dari solusi berkelanjutan dalam pengelolaan sampah, sehingga upaya penanganan tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih dan pengumpulan semata". Ungkapnya saat melaksanakan bersih pantai Kedonganan (Sabtu,21/2/2026).


Kehadiran komunitas WNA dalam kegiatan ini sebagai bentuk partisipasi aktif masyarakat internasional yang dilandasi kecintaan terhadap Bali. Mereka turut ambil bagian sebagai wujud tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan.


Selain kegiatan pembersihan, juga dilaksanakan sosialisasi dan edukasi oleh pihak Sungai Watch kepada masyarakat terkait pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah mulai dari hulu. Edukasi ini diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat bahwa permasalahan sampah harus ditangani mulai dari sumbernya.


Wayan Sutarja selaku Bendesa Adat Kedonganan menyampaikan bahwa kolaborasi antar instansi dan elemen masyarakat sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan wisata Pantai Kedonganan. Ia menegaskan dukungan penuh dengan melibatkan masyarakat adat Kedonganan guna menumbuhkan kesadaran dan memperkuat komitmen bersama menjaga kebersihan pantai secara berkelanjutan. (*)

0 Komentar

Lebih baru Lebih lama