Diduga Kuat Melakukan Mark Up Anggaran, LSM Garda Pantura Geruduk Kantor DPRD Kota Pasuruan





PASURUAN, TRIBUNUS. CO. ID - Diduga kuat melakukan Mark Up anggaran proyek pembangunan Kantor Kecamatan Panggungrejo, Kantor DPRD Kota Pasuruan digeruduk oleh puluhan masa dari LSM Garda Pantura.

Aksi damai yang digelar didepan Kantor DPRD Kota Pasuruan yang terletak di Jalan Balai Kota Kelurahan Kandangsapi Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan Jawa Timur, pada Kamis (23/8/2018) tersebut dikomandoi oleh Luqman Hakim selaku Ketua Umum LSM Garda Pantura ,dalam aksinya Lukman Hakim dan kawan kawan selain melakukan orasi di depan Kantor DPRD Kota Pasuruan, juga berorasi didepan Kantor BPN Kabupaten Pasuruan.

Aksi unjuk rasa yang digelar tersebut, terkait maraknya dugaan jual beli sertifikat di Kantor BPN Kabupaten Pasuruan. Dan meminta pertanggungjawaban terhadap DPRD Kota Pasuruan selaku fungsi kontrol dalam pembangunan di pemerintahan Kota Pasuruan terkait dengan proyek pembangunan Kantor Kecamatan Panggungrejo yang mengakibatkan kerugian negara hanpir 3 miliar itu.


Luqman juga menyampaikan, bahwa DPRD Kota Pasuruan sebagai fungsi kontrol  dalam hal ini seakan akan tidak melakukan fungsinya dengan baik, sehingga terjadi dugaan mark up pembelian lahan dalam pembangunan proyek Kantor Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan. Kami minta pertanggungjawaban kepada DPRD Kota Pasuruan terhadap dugaan mark up tersebut pada pembangunan proyek Kantor Kecamatan Panggungrejo yang mengakibatkan kerugian negara hampir 3 miliar "kata Luqman.

Tidak hanya itu, aksi damai tersebut kali ini juga menuntut mantan Camat Panggungrejo agar diproses secara hukum, dan meminta DPRD Kota Pasuruan bertanggung jawab dan lebih tegas terkait temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap harga lahan pembangunan Kantor Kecamatan Panggungrejo yang melebihi harga wajar, agar yang bersangkutan segera diproses secara hukum.

Usai demo, ketua umum LSM Garda Pantura Luqman dan kawan kawan dipersilakan masuk kedalam gedung auditorium DPRD Kota Pasuruan untuk menyampaikan orasinya langsung dengan ketua dewan dan anggotanya,
DPRD diminta lebih memperketat pengawasannya pada jajaran eksekutif di pemerintahan Kota Pasuruan

Dalam dialog tersebut, Luqman berharap juga bisa berdiskusi dengan Walikota. Namun sayang, Walikota Setiyono dikabarkan ‘ngumpet’ saat Luqman dan kawan kawan memasuki gedung dewan, “Pada saat kami masuk gedung dewan, Walikota Setiyono tidak ada ‘ngumpet’ entah ke mana,” singkat Luqman dalam pesan WA.

LSM Garda Pantura juga menyayangkan anggota DPRD Kota Pasuruan yang sering melakukan study banding ke luar daerah. “Kenapa kok harus jauh-jauh ‘NGELENCER’ menggunakan uang rakyat hingga ke Moskow, itu jelas tidak efektif, dan hasilnya tak nyata,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kota Pasuruan, H. Ismail berterimakasih pada LSM Garda Pantura karena telah mengingatkannya. Ismail berjanji akan memperbaiki kinerja dewan dalam hal pengawasan pada pemerintah Kota Pasuruan.

“Terima kasih sudah memberikan aspirasi untuk kami. Kebetulan kita sekarang lagi paripurna, nanti kita akan bahas aspirasi ini,” tutup Ismail (tatag)
Loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.