Aksi Tolak Kecurangan Pemilu 2019, Polda Jatim Sarankan Melalui Jalur MK



TRIBUNUS.CO.ID, SURABAYA - Beberapa  organisasi keagamaan yang akan menggelar aksi 7.000 massa di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur, dan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Rabo 15 Mei 2019 besok. Aksi ini bertujuan menolak kecurangan Pemilu 2019.

Berkaitan akan maraknya rumor itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Frans Barung Mangera, S.I.K., saat di hubungi via WhatsApp selulernya menjelaskan bahwa kepolisian telah siap mengantisipasi aksi massa di Surabaya tersebut.

" Berkaitan pada tanggal 15 Mei yang sudah beredar di WhatsApp, maka kepolisian di wilayah Jatim, sudah siap menghadapi itu bersama pihak TNI dan seluruh masyarakat Jawa Timur," ungkap tegas Kabid Humas Polda Jatim kepada wartawan tribunus.co.id. Selasa (14/05/2019).

Adapun tujuan aksi demo, ia menjelaskan, masyarakat sebaiknya menempuh atau menggunakan jalur konstitusi, yakni gugat aja di Mahkamah Konstitusi," tambahnya.

Ia pun menengarai aksi tersebut merupakan bagian dari gerakan people power  yang akhir belakangan ini ramai disampaiakan sejumlah tokoh politik. Dan apabila hal itu benar terjadi, maka bisa mengganggu situasi keamanan di wilayah Jawa Timur.

Lebih lanjut, Kabid Humas Polda Jatim menjelaskan bahwa sejumlah tokoh pun menolak adanya gerakan people power tersebut. Hal itu ditandai dengan deklarasi penolakan people power di Gereja Santa Maria Tak Bercela, berikut oleh tokoh lintas agama.

Maka dari itu, Ia meminta supaya masyarakat tidak gusar, sebab kepolisian menjamin penuh keamanan wilayahnya dari ancaman aksi tersebut.

"Sesuai intruksi pimpinan bahwa kita sudah mengantisipasi aksi tanggal 15 besok. Tadi pun para tokoh juga sudah menyampaikan deklarasi menolak people power," Pungkasnya.

Pewarta  : Rachmat H
Loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.