Belajar Matematika Membuat Anak Berpikir Logis dan Sistimatis





Sleman - Pusat pengembangan dan pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika, menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terpumpun , dengan tema' Strategi Keberhasilan dalam  Pembelajaran Matematika', kamis , 23/5/2019, Aula Ki Hajar Dewantoro PPPPTK Matematika, Depok- Sleman, Yogyakarta.

Tujuannya adalah untuk saling belajar dari pengalaman Kepala Sekolah, Guru,Siswa dan Orangtua yang sudah berhasil mengantarkan peserta didik meraih nilai UN matematika sempurna.

Hadir sebagai nara sumber, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DIY, (Drs.Kadarmanta Baskara Aji), Kepala PPPPTK Matematika ( Dr.Dra.Daswatia Astuty, M.Pd ), juga hadir Kepala Sekolah & Guru Matematika SMKN 1 Wonosari, Kepala Sekolah & Guru Matematika SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta.

Kepala Bidang Fasilitasi peningkatan kompetensi , Puji Irianti, dalam sambutan pembukaan mengatakan, kegiatan diskusi ini merupakan respon PPPPTK Matematika terhadap hasil Ujian Nasional terutama Ujian Nasional Matematika SMA dan SMK.

Lanjut Puji Irianti, walaupun untuk sebagian orang Matematika dianggap sulit, kenyataannya banyak peserta didik SMA dan SMK di DIY memperoleh nilai UNBK matematika Sempurna pada TA 2018/2019.

Dalam kegiatan diskusi ini juga  PPPPTK matematika, menyampaikan penghargaan kepada para peserta didik yang telah meraih nilai UN matematika Sempurna, melalui perwakilan yang ada.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DIY, dalam catatannya mengatakan bahwa dulu matematika menjadi momok, tapi sekarang menjadi mimik (maksudnya minum) dan sangat dibutuhkan oleh anak-anak yang haus oleh matematika, hal ini dikarenakan cara mengajar dan methodologi dan raut wajah para pengajarnya menarik dan sangat diminati oleh anak-anak, ujar Baskoro Aji.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala PPPPTK matematika mengatakan ,siswa-siswi di DIY kembali membuktikan bahwa belajar matematika itu adalah hal yang menyenangkan, salin itu yogyakarta telah memberi bukti bahwa mendapatkan nilai sempurna bisa tercapai, dan hal ini sangat membanggakan,kata Daswatia

Keberhasilan ini dimungkinkan terjadi karena peran banyak pihak yang menopang, baik Kementerian, Dinas DIKPORA, keluarga, Kepala Sekolah dan guru-guru yang mengajar serta siswa yang selalu semangat , sehingga hal ini menjadi keberhasilan kita semua, ujar Astuty.

Sementara itu Kepala sekolah SMKN1, Wonosari, ibu.Susiati, dalam sharing pengalamannya mengatakan, untuk membuat pelajaran matematika agar tidak menjadi momok maka butuh strategi dan teknik dari guru-guru, yaitu guru harus bisa memanfaatkab semua media pembelajaran yang ada agar suasana belajar yang menyenangkan, juga disiplin dab dedikasi dari semua pihak baik kepala sekolah,  guru , pegawai, dan seluruh siswa.

Lebih lanjut kepala sekolah yang telah berhasil, membawa salah satu siswanya (Virdiana Inggried Marwanti) meraih nilai tertinggi dengan nilai rata-rata UNBK mencapai 96), hal ini adalah berkat dukungan semua pihak terkait, sekolah, guru , orang tua serta anak yang memang terlahir dengan cerdas, pungkasnya.(ypt-radarnasional.net)
Loading...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.