Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal, Tegaskan di Kota Probolinggo Tidak Ada Radikalisme Dan Aksi Terorisme



Probolinggo, Tribunus.co.id
Terkait isyu radikalisme dan aksi terorisem yang berkembang di permukaan masyarakat pada akhir-akhir ini, disikapi dengan tegas oleh Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal.

Kami sebagai Kapolres Probolinggo Kota memberikan kepastian dan meyakinkan kepada masyarakat untuk intoleransi.  "Radikalisme dan aksi-aksi terorisem tidak ada di Kota Probolinggo," tegasnya, Rabu (21/8/2019) sore.

Dia tegaskan, radikalisme dan aksi terorisem sudah tidak ada lagi di Kota Probolinggo. Karena pengalaman tahun lalu 16 tersangka saat ini sudah menjalani hukuman. Kami sudah melakukan upaya intelegen untuk melakukan profiling, pendekatan kepada seluruh Ormas Islam untuk menjaga kerukunan umat beragama di wilayah Probolinggo Kota.

"Untuk yang kemarin 16 tersangka, satu sudah meninggal dunia karena sakit. Sisanya saat ini sedang menjalani hukuman," ujarnya.

Tentunya, lanjut Alfian, kepada keluarga para tersangka ini, kami selalu melakukan pendekatan. Dan komunikasi dengan kami sangat dekat.

Dengan begitu, apabila ada kesulitan, ada hambatan, kami senantiasa memberikan bantuan kepada keluarga para tersangka yang menjalani hukuman saat ini, terangnya.

Disamping itu, kata Alfian, pihaknya sudah berkordinasi dengan Ketua MUI untuk intoleransi.

Kita sudah berkordinasi dengan Ketua MUI untuk intoleransi. "Radikalisme dan aksi-aksi terorisem, saya menyatakan dan memberi jaminan kepada masyarakat tidak akan terjadi di Probolinggo Kota"

Mengapa..?? Karena kami sudah melakukan secara konsisten kepada teman-teman Ormas Islam dan seluruh masyarakat untuk saling menjaga kerukunan umat beragama, tutur orang namor satu di Polres Probolinggo Kota ini.

Dan kami juga meyakinkan kepada keluarga korban, lanjut Alfian, bahwa selalu berkordinasi dan berkomunikasi. Kita juga melakukan delegalisasi kepada keluarga korban yang saat ini menjalani hukuman. Apabila ada permasalahan untuk berkordinasi dengan kami.

"Kami selalu membantu dan meringankan beban keluarga korban. Tentunya setiap bulan butuh suatu hal, ataupun mungkin ada hal-hal dalam hambatan hidupnya, kami senantiasa membantu untuk meringankan beban hidupnya," pungkas perwira Polisi dengan pangkat dua melati di pundaknya ini. (Singgih).

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.