Dana Pengadaan Pupuk NPK Untuk Intensifikasi Tanaman Karet di Kabupaten Banyuasin Senilai 2,70.M di Pertanyakan

BANYUASIN,TRIBUNUS.CO.ID - Petani karet saat ini sangat butuh perhatian dan bantuan dari pemerintah baik pusat maupun pemerintah daerah itu sendiri anjlok nya harga karet dari pasaran yang tidak tau alasan nya pemerintah baik daerah maupun pusat hanya tutup mata dan telinga ditambah lagi yang seharusnya menjadi tanggung jawab nya mala mengambil keuntungan dari kondisi ini.

Golok Matsaini (gm) petani karet yang tinggal di Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin Sumsel mengeluh kalau kondisi perekonomian saat ini mengkhawatirkan sekali sampai sampai ia harus menahan perut dan tenggorokan karena hasil dari potong karet sangat tidak mencukupi di karena kan harga karet yang murah di tambah lagi getah yang dihasilkan sangat sedikit dari biasa-biasanya, Tebing Abang Rabu (21/08/19).

Gm, karena kami untuk makan dan ngopi, merokok bae lagi ngimpit biaso ngerokok Djarum ini La merokok 988 ngopi biaso 3x sehari, ini sudah 2x sari make-make nak meli Pupuk itu dari mene pule sen,nye bro ungkap gm pada media tribunus.co.id
Baca juga di bagian ini :https://www.tribunus.co.id/2019/07/anak-petani-karet-di-sumsel-stop.html

Terkait masalah pengadaan Pupuk NPK untuk Intensifikasi Tanaman Karet di Kabupaten Banyuasin senilai Rp2,70.M., tersebut Bupati Banyuasin H. Askolani saat di konfirmasi lewat media WhatsApp pribadinya belum dapat memberikan penjelasan terkait dugaan KKN dana pengadaan Pupuk NPK untuk petani karet di Banyuasin senilai Rp 2,7.M tersebut.

Bukan hanya Bupati Banyuasin saja yang dimintai keterangan terkait dugaan KKN tersebut namun sejumlah pejabat tinggi Pemkab Banyuasin dimintai keterangan semua membisu tak berkata-kata.
Baca juga di bagian ini : https://www.tribunus.co.id/2019/07/perkebunan-karet-terluas-berada-di.html?m=1

Dengan sikap seperti itu makin menguatkan dugaan yang membuat hati petani karet semakin gram uang senilai 2,7.M yang seharusnya menjadi oksigen bagi petani karet di Kabupaten Banyuasin tersebut malah masuk kantong pribadi pejabat Pemkab Banyuasin jelas Gm.

Katanya bertekad kuat dan bersumpah Demi Allah kalau dirinya sudah menyedekahkan dirinya untuk Meng abdi pada masyarakat banyuasin sebagai pelayan masyarakat tapi nyata Nya apa..apa..ini belum seumur jagung..?? sentilnya.

Saya gm, mewakili masyarakat Banyuasin meminta kepada pihak penegak hukum untuk menindak secara hukum kasus tersebut karena ini sangat membuat sengsara, dan kejadian ini jangan sampai terulang terus-menerus kembali tegasnya.

Pewarta : rn

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.