Giliran Santri Ponpes Darul Muhibbin mendapat Sosialisasi Cegah Tangkal Radikalisme





Barabai Kalsel. www.tribunus
Co.id - Dalam rangka melaksanakan Pembinaan Teritorial Terpadu Sosialisasi Cegah Tangkal Radikalisme Tahun Anggaran 2019, Kodim 1002/Barabai melaksanakan sosialisasi kepada para santri pondok pesantren Darul Muhibbin  M.Ramli Kitun Raya Kelurahan Barabai Darat Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah,pada Jum'at (25/10).

Sebanyak 200 orang santri mendapat sosialisasi tentang cegah tangkal radikalisme dari Danramil 102-01/Birayang Kapten Inf Subhan.

Disampaikan oleh Kapten Inf Subhan bahwa Kegiatan Pembinaan Teritorial Terpadu Sosialisasi Cegah Tangkal Radikalisme Kodim 1002/Barabai Tahun Anggaran 2019 yang bertemakan "Memberdayakan Wilayah Pertahanan Melalui kegiatan Binter Terpadu Guna Memantapkan Ruang, Alat dan Kondisi Juang Yang Tangguh"  pada hakikatnya adalah kegiatan penyiapan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta serta upaya untuk membangun, memelihara, meningkatkan dan memantapkan kemanunggalan TNI-Rakyat melalui kegiatan Binter Terpadu.

Lebih lanjut menurut Subhan bahwa Indonesia dikenal sebagai negara yang besar multi Ras di mana kemajemukan hadir dan berkembang di dalamnya. Kemajemukan negara Indonesia dapat dilihat dari berbagai macam, suku, ras, budaya, bahkan agama tumbuh di dalamnya. Kemajemukan itu memberikan nilai plus tersendiri bagi negara Indonesia. Namun di sisi lain kemajemukan itu telah membawa akibat yaitu adanya perjumpaan yang semakin intensif antar kelompok-kelompok manusia. Salah satunya adalah pergesekan yang seringkali terjadi di antara agama-agama yang berbeda, bahkan antar internal agama itu sendiri.

Radikalisme telah menjadi isu yang kini mengancam jiwa serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karenanya, seluruh elemen harus bekerja dan bersinergi, bahu-membahu dalam menanggulanginya. Dengan perkokoh mentalitas dan pemahaman ideologi pancasila guna mencegah ancaman bahaya radikalisme/separatisme dalam rangka mewujudkan alat juang pertahanan yang tangguh sehingga para santri tidak terpapar dengan faham radikalisme,"tegas Subhan.(pendim1002).

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.