TERJADI LAGI DAN TERUS TERJADI, Pembangunan Jalan Poros Pulau Rimau Rp.19,92 M Sepanjang 5 KM Dinas PUTR APBD 2019 Sudah Retak dan Mengelupas

Foto pekerjaan Peningkatan Ruas Jalan LB. Lancang - TL Betung Rp.19,92 M Dinas PUTR APBD 2019 Kabupaten Banyuasin Sumsel, Sepanjang 5 KM di kerjakan PT. Musi Karya Teknik yang sudah retak dan mengelupas (29/09/2019).


BANYUASIN,TRIBUNUS.CO.ID - Pelaksanaan proyek jalan poros trans Pulau Rimau sepanjang 5 KM kini baru separuh dikerjakan. Sayangnya proyek yang menelan anggaran Rp19 miliar APBD 2019 Kabupaten Banyuasin pembangunannya dari Desa Meranti-Teluk Betung Kecamatan Suak Tapeh Kab, Banyuasin Sumsel, itu dinilai belum memuaskan.

Seperti yang sudah media tribunus.co.id beritakan beberapa waktu lalu sampai berlanjut dengan aksi demo di depan Kantor Kejaksaan Negeri Banyuasin. Menuntut agar Kejari Banyuasin menindak lanjuti secara hukum. Atas dugaan mark-up dan KKN di dinas PUTR Kab, Banyuasin tersebut.

Namun akan tetapi rupa-rupanya bukanya membuat parah pelaku perampok uang rakyat ini kapok, melainkan tambah kuat dan hebat, seperti hal yang serupa terjadi lagi kan akan terus menerus terjadi..!!! Mark-Up Spek Mutu Beton di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Banyuasin. Temuan ini terungkap dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester II (IHPS II) Tahun 2019.

Melansir buku IHPS II 2018 melalui keterangan tertulis secara resmi dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (15/8/2019), diketahui bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin pada tahun anggaran 2018 lalu telah mengalokasikan untuk belanja modal sebesar : Rp.285.489.609.049.

Pemkab Banyuasin Pada Pengadaan barang jasa yang menggunakan metode Penunjukan Langsung (PL) tahun 2018 kemarin BPK melakukan pemeriksaan terkait ada 22 temuan pada paket PL di Sekda Kab, Banyuasin, namun untuk meminta  lebih rinci Pemkab Banyuasin baik pun BPK enggan memberikan secara rinci.

Dan telah direalisasikan per 30 November 2018 senilai Rp 170.278.520.009,74 atau 59 persen dari anggaran yang diantaranya, direalisasikan untuk pembangunan pada peningkatan jalan dari Simpang Lubuk Lancang Menuju Kecamatan Pulau Rimau. Kamis (15/8/2019) Lalu.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, kemarin pengecoran jalan yang dilakukan PT. Musi Karya Teknik diduga bahan material yang digunakan tidak sesuai dengan Spek dari kontrak proyek. Pasalnya jalan tersebut baru dibangun sudah banyak yang retak, tampak semen dan pasir mengelupas, dikhawatirkan tidak akan bertahan lama, apalagi jalan tersebut akan dilintasi kendaraan besar.

“Aku lihat proyek itu komposisi adukan cor terlalu muda dan kalau digosok-gosok pakai tangan bahan material mengelupas. Mungkin proyek itu dikerjakan asal-asalan “ujar Mulyadi warga yang kerap melintas di jalan itu saat jumpai wartawan, (29/09/2019) Kemarin.

Melihat pengerjaan proyek yang dilakukan pihak PT Musi Karya Teknik ini membuat masyarakat tidak puas. Sebab apabila nanti dilalui kendaraan bermuatan besar akan cepat rusak dan tidak bertahan lama.

Menurut Ketua Jaringan Pendamping Kinerja Pemerintah (JPKP) Banyuasin Murtono, SH bahwa seharusnya instansi terkait melakukan pengawasan aktif di lapangan jangan sampai proyek itu selesai hingga membuat kecewa masyarakat.

“Jika nanti dari analisa kami (JPKP) nanti ada penyimpangan, proyek jalan ini akan dilaporkan ke pihak aparat hukum,”tegas Ketua JPKP Umirtono, SH yang saat ini tetap konsisten mengawal pembangunan di Banyuasin.

Ketika dikonfirmasi melalui via whatsapp pihak PT Musi Karya Teknik Yosi belum bisa menanggapi hal itu. Begitu juga Kepala Dinas PUTR Banyuasin Ardi Arfani Sulit untuk di temui di hubungi no kontak nya Diluar jangkauan, ”kata dia.

NB :
Ada adagium yang sangat terkenal dalam hukum pidana iaitu,”lebih baik membebaskan seribu orang bersalah daripada menghukum satu orang yang benar”. adagium ini menisyaratkan bahawa ketika satu orang benar atau tidak bersalah dijatuhi hukuman, maka Runtuhlah Hukum Itu. Dunia tidak akan kekurangan alasan untuk menyalahkan yang benar dan/atau untuk membenarkan yang salah. Bagai manapun cerdiknya seseorang menyiasati kehidupannya, akhirnya ia akan menjadi orang yang kalah dan merugi juga, jika ia tidak mempunyai kejujuran dan keikhlasan dalam menjalani kehidupannya. Sesuatu yang baik untuk membangun kehidupan yang mulia dan bermartabat, tidak akan pernah tercapai, jika tidak memiliki tiga hal yaitu punya komitmen yang jelas, punya sikap konsisten, dan dilaksanakan secara terus-menerus dan berkelanjutan. Kejahatan yang Ter struktur Sistematis dan Masif.

Pewarta : rn

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.