Wajah Organisasi Rumah Sakit dr. Soedomo Yang Baru, Ini Dia...





Trenggalek, www.tribunus.co.id - Semangat Sumpah Pemuda, Senin (28/10/2019) Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin melakukan perombakan struktur organisasi yang cukup signifikan di tubuh Rumah Sakit dr. Soedomo Trenggalek.

Ada nama direktur yang baru, dan beberapa posisi jabatan penting lainnya yang dilakukan penyegaran. "Yang spesial dari pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan kali ini adalah penyegaran di rumah sakit,  karena saya berharap banyak terkait dengan akreditasi sehingga ada banyak talent muda yang kita masukkan," ungkap Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin dalam sambutannya.

"Bulan November besok kita akan dihadapkan dengan ujian akreditasi rumah sakit dan kami harapkan dapat mendapatkan akreditasi rumah sakit yang Paripurna," lanjutnya.

Kita juga butuh orang-orang inovatif untuk menjawab tantangan regulasi dari peraturan Kemenkes dari masalah BPJS dan yang lain sebagainya. Terus kita masih kelas C, terus dihadapkan untuk tidak boleh memberikan Hemodialisa dan pelayanan kelas C yang hanya beberapa spesialis yang bisa di cover BPJS dan ada satu atau dua spesialis yang tidak bisa dicover BPJS dengan adanya peraturan yang baru dan kita butuh terobosan-terobosan.

Selain itu juga mengenai penganan warga miskin, kemudian bagaimana menanggulangi mengenai antrian. Ini yang basic yang seharusnya bisa dilakukan, makanya saya butuh tenaga-tenaga muda.

Kami punya dokter muda yang kami angkat di jabatan-jabatan strategis di direktur maupun Kabid yang baru.

Ada mana dr. Sunarto yang sebelumnya menjabat Kabid Pelayanan Kesehatan di rumah sakit plat merah milik Trenggalek tersebut. Dan ini membuat banyak pertanyaan publik karena baru dua bulan yang lalu suami Novita Hardini melantik Spesialis Paru satu-satunya di Trenggalek, dr. Joko Susilo, Sp.P.,  menjadi direktur.

Waktunya cukup pendek, hanya dua bulan, kepemimpinan dr. Joko digantikan dengan sosok baru. Usut punya usut bukanya karena kesalahan atau karena sanksi, pergantian direktur di tubuh RSUD Dr. Soedomo Trenggalek ini karena mengundurkan diri.

Menjalankan dua profesi sekaligus sebagai dokter spesialis dan pucuk kepemimpinan pada  management rumah sakit, membuat dr. Joko takut tidak mampu menjawab ekpektasi yang diberikan kepadanya.

"Kita butuh evaluasi  cepat, kebetulan direktur yang lama ini kita pertimbangkan karena kesenioritasannya, karena beliau akrab dengan dokter-dokter spesialis, namun beliau dalam menjalankan tugas mengukur diri karena besok dihadapkan dengan ujian sertifikasi dan beliau masih menjalankan dua profesi sebagai dokter dan manajement," Bupati Trenggalek ini menerangkan.

"Merasa kurang bisa mempertanggungjawabkan  akreditasi makanya beliau mengajukan pengunduran diri. Jadi bukan karena kesalahan atau evaluasi namun lebih kepada hal tersebut," lanjutnya.

Meskipun cukup singkat, tapi orang nomor satu di Trenggalek ini melihat ada perbaikan selama dua bulan terakhir.  Keputusan mengundurkan diri tersebut dianggap berani, karena tidak mau menanggung resiko dan beliau ingin memberikan yang terbaik untuk Trenggalek.

Nur Arifin menambahkan,  "kemudian ada beberapa nama yang coba kita diskusikan dan akhirnya pilihan jatuh  kepada dr. Sunarto  yang sebelumnya Kabid Pelayanan Medis. Pelayanan Media ini menjadi ruh di rumah sakit karena di Rumah Sakit itu semua pelayanan medis hubungannya dengan dokter Sunarto. Sehingga dia tahu tentang seluk beluknya di rumah sakit," tandasnya.

Beberapa nama pejabat di RSUD yang dilantik oleh Bupati Trenggalek kemarin diantaranya,  dr. Sunarto yang menjadi Direktur baru di RSUD dr. Soedomo Trenggalek; terus ada nama dr. Endah Setyarini yang ditunjuk  menjadi Kepala Tata Usaha; Bambang Sugiarto, menjabat Kabid Pengendalian dan Pelaporan; dr. Bachtiar Arifin menjabat Kabid Pelayanan Medis dan Penunjang Media di RSUD dr. Soedomo dan beberapa nama-nama lainnya dokter muda lainnya yang mengisi posisi jabatan penting di rumah sakit plat merah ini. (Humas)

Artikel Terkait

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.